Berita

Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo. (Foto: Dokumentasi Fraksi Golkar)

Politik

Legislator Golkar Tepis Keterlibatan Bahlil soal Sawit Papua

SENIN, 19 JANUARI 2026 | 05:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyesalkan pernyataan anggota DPD asal Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, yang memprotes rencana pengembangan kelapa sawit di Papua dengan mengaitkannya langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. 

Menurut Firman, penyampaian tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik karena tidak sesuai dengan kerangka kewenangan pemerintahan.

“Pernyataan tersebut tidak tepat dan keliru secara substansi. Urusan perkebunan kelapa sawit, berada di bawah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk urusan AMDAL, izin pemanfaatan lahan ada di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) serta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk izin perkebunan, bukan Kementerian ESDM,” tegas Firman dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026.


Firman menilai, pernyataan Paul Finsen justru kontradiktif dengan penjelasan yang bersangkutan sendiri, yang mengakui bahwa izin dan pengelolaan lahan sawit di Papua memang menjadi domain KLH, Kemenhut dan Kementerian Pertanian. Karena itu, mengaitkan isu sawit Papua dengan Menteri ESDM dinilai tidak relevan dan dapat memperkeruh suasana.

“Kalau sejak awal sudah disadari bahwa sawit adalah ranah KLH, Kemenhut dan Kementerian Pertanian, lalu di mana relevansinya menyeret Kementerian ESDM? Ini menunjukkan adanya kesalahpahaman yang seharusnya diluruskan, bukan justru dilempar ke ruang publik tanpa klarifikasi,” ujar politisi senior Partai Golkar ini.

Sebagai anggota Komisi IV DPR yang membidangi pertanian, kehutanan, dan kelautan perikanan, Firman menekankan pentingnya koordinasi antar pemangku kepentingan, termasuk antara pemerintah pusat dan daerah, agar kebijakan strategis di Papua tidak dipahami secara keliru. 

Ia juga mengingatkan bahwa pernyataan seorang pejabat publik memiliki dampak besar terhadap persepsi masyarakat.

“Kalau hasil CPO kelapa sawit kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku energi baru terbarukan atau biodiesel, itu benar. Tapi eksistensi dan pengelolaan perkebunan sawit tidak ada kaitannya secara langsung dengan Menteri ESDM, apalagi dikaitkan secara personal dengan Pak Bahlil Lahadalia,” tegas Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini.

Firman menambahkan, kritik terhadap kebijakan pemerintah sah disampaikan, termasuk aspirasi masyarakat adat Papua. Namun, menurutnya, kritik itu harus diletakkan pada konteks yang tepat agar tidak menyesatkan dan tidak membangun opini yang keliru di tengah masyarakat.

“Saya sebagai anggota Komisi IV merasa perlu meluruskan agar isu ini tidak berkembang ke arah yang salah dan membuat suasana semakin keruh. Sebelum berkomentar ke publik, sebaiknya cek dan ricek dulu, kalau perlu bertanya ke kami di Komisi IV. Kami sangat terbuka,” ungkapnya.

Firman juga menegaskan, perbedaan pandangan seharusnya menjadi ruang dialog yang sehat, bukan justru menjadi sumber disinformasi. 

“Yang dibutuhkan saat ini adalah komunikasi kebijakan yang jernih dan bertanggung jawab, agar pembangunan di Papua berjalan efektif, berkelanjutan, dan tetap menghormati aspirasi masyarakat setempat,” pungkas legislator asal Pati, Jawa Tengah ini.

Sebelumnya, Paul Finsen Mayor dalam rapat paripurna DPD RI menyampaikan penolakan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan kelapa sawit di Papua yang dikaitkan dengan upaya swasembada energi. Pernyataan tersebut memicu perdebatan publik, terutama karena menyeret nama Menteri ESDM dalam konteks kebijakan yang berada di luar kewenangannya.

“Pimpinan, masyarakat adat di Papua itu menolak wacana sawit di Papua. Jadi nanti sampaikan ke Pak Prabowo sama Bahlil itu, setop dengan barang itu karena orang Papua tidak suka,” kata Finsen di ruang rapat paripurna, kompleks DPR, DPD, MPR di Jakarta pada Rabu 14 Januari 2026.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya