Berita

Dipo Satria Ramli. (Foto: tangkapan layar YouTube Awalil Rizky)

Bisnis

Dipo Ramli Wanti-wanti Empat Indikator Fiskal RI Sudah Kuning Kemerah-merahan

MINGGU, 18 JANUARI 2026 | 04:44 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ekonom Dipo Satria Ramli menilai kondisi fiskal Indonesia telah memasuki fase rawan berdasarkan empat indikator utama yang lazim digunakan pasar dan lembaga internasional. Menurutnya, jika diukur dalam skala krisis maka posisi Indonesia saat ini berada di level 4 bahkan 3 dari 10.

"Menurut saya (indikator) empat-empatnya belum merah tapi sudah kuning kemerah-merahan. Jadi apakah Indonesia rentan fiskal? Menurut saya hampir pasti rentan," kata Dipo dikutip dari YouTube Awalil Rizky, Minggu, 17 Januari 2026.

Indikator pertama, menurut Dipo, adalah posisi awal fiskal yang tidak sepenuhnya kredibel. Defisit APBN yang diklaim berada di bawah 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dipertanyakan pasar lantaran banyak kewajiban negara yang tidak dicatat sebagai utang resmi, mulai dari proyek off balance sheet hingga kewajiban jangka panjang lainnya.


“Pasar melihat (PDB di) angka 2,9 persen itu problematik. Bukan hanya soal besar kecilnya tapi soal kredibilitas data fiskal,” ujarnya.

Keraguan makin menguat setelah pemerintah dinilai terlambat merespons perdebatan terkait metodologi PDB yang justru memperbesar kecurigaan investor.

Indikator kedua adalah tingginya sensitivitas terhadap guncangan eksternal. Dipo menyoroti melemahnya arus dana asing, volatilitas rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS, serta ketergantungan yang semakin besar pada pembiayaan eksternal di tengah tren Foreign Direct Investment (FDI) yang menurun.

“Begitu ada shock global, pasar kita langsung goyah. Itu tanda kerentanan,” tegasnya.

Indikator ketiga menyangkut keberlanjutan fiskal jangka panjang. Dipo mengingatkan tren penerimaan pajak yang menurun, daya beli masyarakat yang melemah, serta menyusutnya kelas menengah, sementara belanja negara dan biaya utang justru terus meningkat.

“Pendapatan turun tapi belanja tidak turun. Dalam jangka panjang ini tidak sustainable,” katanya.

Indikator keempat, yang disebut paling vital, adalah melemahnya institusi, khususnya terkait independensi Bank Indonesia. Dipo menilai meningkatnya intervensi fiskal terhadap otoritas moneter, termasuk kepemilikan utang pemerintah oleh BI serta sinyal-sinyal kebijakan terbaru, berpotensi merusak kepercayaan pasar.

"Jadi kalau misalnya kita negara kuat, ada geopolitik apa segala (macam) kita tetap berdiri kuat. Tapi kalau memang kita lemah, tidak disiplin, tidak bagus ekonominya, ada goyang dikit, syok, kita bisa jatuh. Rentannya fiskal ini kalau saya melihatnya kita udah kayak bisul mau pecah,” ujarnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya