Berita

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim (Foto: Reuters)

Bisnis

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

SABTU, 17 JANUARI 2026 | 14:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pertumbuhan ekonomi Malaysia diproyeksi melaju di atas ekspektasi pemerintah pada 2025. Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Jiran itu diprediksi tumbuh 4,9 persen di 2025.

Departemen Statistik Malaysia (DOSM) menyatakan, capaian tersebut melampaui proyeksi pemerintah dan bank sentral yang berada di kisaran 4-4,8 persen.

Kinerja kuat tetangga RI di akhir tahun atau kuartal IV 2025 yang mencapai 5,7 persen secara tahunan itu turut menopang pertumbuhan ekonomi. Angka tersebut lebih cepat dibandingkan kuartal III yang tumbuh 5,2 persen, dan menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal II 2024 yang mencatatkan pertumbuhan 5,9 persen.


DOSM menjelaskan, pertumbuhan tersebut terutama didongkrak oleh sektor jasa yang melesat 5,4 persen di dalam negeri.

“Kinerja sektor ini didukung aktivitas perdagangan grosir dan ritel, transportasi dan penyimpanan, serta subsektor makanan dan minuman serta akomodasi,” kata DOSM, dikutip Sabtu 17 Januari 2026.

Selain jasa, sektor manufaktur juga menunjukkan performa solid dengan pertumbuhan 6,0 persen. Pendorong utamanya berasal dari industri produk listrik, elektronik, dan optik, serta pengolahan minyak dan lemak nabati maupun hewani serta makanan.

Selanjutnya, sektor konstruksi tetap menjadi motor pertumbuhan dengan laju 11,9 persen, seiring kuatnya aktivitas pembangunan non-perumahan dan pekerjaan konstruksi khusus. 

Sementara itu, sektor pertanian mencatat lonjakan 5,1 persen, berbalik dari pertumbuhan marginal 0,4 persen pada kuartal III-2025, terutama didorong peningkatan produksi kelapa sawit.

Di sisi lain, sektor pertambangan hanya tumbuh 1,1 persen, karena adanya perlambatan produksi minyak mentah dan kondensat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya