Berita

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir. (Foto: Podcast Gita Wirjawan)

Politik

Produktivitas Tak Akan Naik Jika Konflik Kepentingan Dibiarkan

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 22:32 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Rendahnya produktivitas nasional tidak bisa terus-menerus dibebankan pada keterbatasan teknologi, karena persoalan mendasarnya justru terletak pada konflik kepentingan dan tata kelola sumber daya manusia (SDM) yang belum bersih.

Begitu menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir dalam strategi peningkatan produktivitas.

Ia menegaskan, pembenahan harus dimulai dari SDM dan kejelasan etika.


"Pertama, kita harus memastikan SDM kita berstandar global, kelas dunia, tapi juga memberi kesempatan. Yang sudah ada, kita beri peluang," ujarnya dalam podcast, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.

"Tugas kita adalah memastikan bagaimana kita bisa bersaing dengan raksasa pangan dunia, karena solusinya memang dimulai dari SDM," imbuhnya.

Pandu menambahkan, setelah fondasi SDM diperkuat, hal paling krusial berikutnya adalah memastikan tidak ada konflik kepentingan.

"Dua hal itu saja, menurut saya, produktivitas bisa langsung naik," kata dia.

Menurut Pandu, barulah pada tahap selanjutnya teknologi berperan sebagai pengungkit tambahan, dengan kecerdasan buatan sebagai faktor paling menentukan. Meski demikian, adopsi AI juga membawa risiko kesenjangan baru. 

"Penggunaan AI ini akan meningkatkan produktivitas secara masif, tetapi bisa menimbulkan jurang antara yang memiliki dan tidak memiliki, serta antara negara maju dan negara berkembang," ujarnya.

Dengan strategi AI yang jelas dan tata kelola yang bersih, Indonesia berpeluang melompat jauh dalam produktivitas, bukan sekadar mengejar ketertinggalan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya