Berita

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik (tengah) di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026. (Foto: Humas Kemendagri)

Politik

Kemendagri Ajak Kepala Daerah Sukseskan Ketahanan Pangan

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 16:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik mengajak kepala daerah, bupati, wali kota dan sekretaris daerah untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam bidang ketahanan pangan. 

Akmal menjelaskan, kebijakan Presiden Prabowo saat ini adalah politik pangan. Presiden Prabowo mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang banyak berkaitan dengan ekonomi pangan karena menyadari betapa pentingnya politik kemandirian pangan bagi Indonesia. Program prioritasnya yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Swasembada Pangan. 

"Kalau sebelumnya apabila kita membahas kebijakan politik terlalu makro, kali ini saya ingin mendorong fokus 1 hal saja yakni, bagaimana kebijakan politik diarahkan fokus untuk kemandirian pangan bisa diwujudkan,” ucap Akmal Malik saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah Guna Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas Presiden dan Asta Cita yang digelar Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026. 


“Bagaimana menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Misal mendorong, anak-anak muda, siswa sekolah untuk menanam 1 pohon cabe saja, itu sudah merupakan wujud mengimplementasikan rasa nasionalisme demi kemandirian bangsa di bidang pangan," tambahnya. 

Menurut Akmal, Indonesia memiliki bonus demografi untuk menyongsong Indonesia Emas Tahun 20245. Untuk itu semua kalangan harus ikut menyiapkan sumber daya manusia (SDM) generasi muda yang berkualitas dan memahami bagaimana membangun Indonesia dimulai dari diri sendiri untuk menciptakan kemandirian bangsa dengan memulai satu hal yakni ketahanan pangan. 

Akmal mengingatkan bahwa Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai negara agraris yang pertaniannya bagus. Namun celakanya saat ini hampir semua orang lupa melakukan regenerasi budaya agraris kepada generasi penerus, anak-anak bangsa. Saat ini jumlah petani Indonesia, baik petani maupun peternakan jumlahnya kurang lebih 5,1 juta orang dan mereka semua umumnya adalah orang yang sudah tua.

"Indonesia  punya potensi  bonus demografi anak-anak muda. Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia, sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan,” jelasnya. 

“Tidak usah muluk-muluk semuanya tapi 50 persen saja, berarti sekitar 40 juta anak masing-masing diberikan pendidikan sesuatu khusus dari sekolah untuk menanam 1 pohon. Dari situ akan tumbuh budaya menanam untuk ketahanan pangan," sambung Akmal.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya