Berita

Logo KPK di Gedung Merah Putih (RMOL/jamaludin Akmal)

Hukum

KPK Dalami Peran Direktur PT Albayt Wisata Universal dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 12:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyidikan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024 di Kementerian Agama kian mengerucut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mulai menyisir pihak swasta untuk mendalami mekanisme pembagian kuota haji yang diduga sarat penyimpangan.

Pada Kamis 15 Januari 2026, tim penyidik memanggil Nining Kartiningsih, Direktur PT Albayt Wisata Universal, untuk diperiksa sebagai saksi. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Nining telah hadir di Gedung Merah Putih KPK sejak pukul 10.13 WIB guna memberikan keterangan terkait keterlibatan perusahaan travel dalam kasus ini.

"Yang bersangkutan sudah hadir pukul 10.13 WIB," kata Budi kepada wartawan, Kamis siang. 


Kasus yang mulai disidik sejak Agustus 2025 ini telah menyeret nama-nama besar sebagai tersangka.

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Keduanya diduga melakukan penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan negara hingga lebih dari Rp1 triliun.

Pangkal persoalan ini bermula dari pembagian 20.000 kuota haji tambahan yang diperoleh dari Pemerintah Arab Saudi pada Oktober 2023. 
Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2019, kuota haji seharusnya dialokasikan sebesar 92 persen untuk jamaah reguler dan 8 persen untuk haji khusus. Namun, melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 130/2024 yang ditandatangani Yaqut, pembagian tersebut diubah menjadi porsi seimbang, yakni 50 persen untuk reguler dan 50 persen untuk khusus.
Perubahan porsi yang drastis ini diduga kuat menjadi celah terjadinya praktik lancung. Hingga saat ini, KPK masih menunggu hasil penghitungan resmi kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sebagai langkah antisipasi, KPK telah memperpanjang status larangan bepergian ke luar negeri terhadap tiga orang kunci hingga Februari 2026. Mereka adalah Yaqut Cholil Qoumas, Gus Alex, dan Fuad Hasan. 
Pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi dari sektor swasta seperti PT Albayt Wisata Universal diharapkan dapat mengungkap bagaimana aliran dana dan proses penentuan travel haji dalam skema kuota tambahan tersebut berlangsung.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya