Berita

Menlu Sugiono di PPTM 2026 (Foto: Youtube Kemlu RI)

Global

Dunia Masuk Survival Mode, Menlu Sugiono Ingatkan Indonesia Tak Boleh Terseret

RABU, 14 JANUARI 2026 | 13:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI Sugiono memperingatkan bahwa dunia saat ini tengah bergerak memasuki fase survival mode, di tengah rapuhnya tatanan global, menguatnya kepentingan nasional sempit, dan melemahnya kepatuhan terhadap hukum internasional.

Hal itu disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang digelar di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 14 Januari 2026.

Menlu menyoroti kecenderungan negara-negara yang lebih mengedepankan kepentingan nasional sempit dibandingkan keamanan bersama. 


Menurutnya, hukum internasional yang selama ini menjadi penyangga stabilitas global kerap disalahgunakan.

“Kepentingan nasional yang sempit mengalahkan keamanan bersama. Hukum internasional yang selama ini menjadi pagar stabilitas dunia sering disalahgunakan melalui pendekatan yang bersifat À la carte,” tegasnya.

Sugiono memperingatkan bahwa pelanggaran aturan global tanpa konsekuensi akan berdampak sistemik terhadap kepercayaan dunia internasional.

“Ketika aturan yang disepakati bersama dilanggar tanpa konsekuensi, maka yang runtuh bukan hanya satu aturan. Melainkan kepercayaan terhadap aturan dan seluruh tatanan itu sendiri,” ujarnya.

Dalam situasi tersebut, ia melihat banyak negara mulai menarik diri dari tanggung jawab global dan masuk ke dalam mode bertahan masing-masing.

“Sejarah terulang kembali yang kemudian menyebabkan banyak negara yang masuk ke dalam survival mode-nya masing-masing. Terakhir kali dunia mengalami gejala-gejala ini, Liga Bangsa-Bangsa collapse yang kemudian berujung pada pecahnya Perang Dunia Kedua,” kata Sugiono.

Ia menambahkan, dunia kini bergerak menuju kompetisi yang lebih tajam dan fragmentasi yang lebih dalam, dengan batas antara perdamaian dan perang yang semakin kabur.

“Saat ini kita hidup di ruang abu-abu yang berbahaya, di mana batas antara perdamaian dan perang tidak tegas, dan tanpa celah untuk salah membaca situasi,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Sugiono menegaskan Indonesia tidak boleh kehilangan arah dan harus memperkuat ketahanan nasional agar tidak menjadi objek dalam percaturan global.

“Dalam situasi ini, negara yang tidak punya strategi akan terseret, dan negara yang tidak punya ketahanan akan menjadi objek. Dan Indonesia tentu saja tidak boleh berada di posisi itu,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif harus dijalankan secara adaptif, berangkat dari kepentingan nasional dan amanat konstitusi.

“Survival adalah soal memiliki ketahanan nasional yang kuat, disertai kapasitas untuk menentukan arah kita sendiri,” pungkas Sugiono.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya