Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Wall Street Melemah Tertekan Isu Pembatasan Bunga Kartu Kredit

RABU, 14 JANUARI 2026 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Selasa, 13 Januari 2026 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Penurunan terjadi setelah sejumlah petinggi JPMorgan Chase menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap rencana Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit. Investor menilai kebijakan itu berpotensi memangkas keuntungan perusahaan jasa keuangan, sehingga memicu aksi jual saham.

Dikutip dari Reuters, pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 398,21 poin atau 0,80 persen ke level 49.191,99. Indeks S&P 500 melemah 13,53 poin atau 0,19 persen ke 6.963,74, sementara Nasdaq Composite turun 24,03 poin atau 0,10 persen ke 23.709,87.


Tekanan di pasar saham sebenarnya sedikit tertahan oleh rilis data inflasi AS. Inflasi konsumen (CPI) Desember tercatat naik 2,7 persen secara tahunan, sesuai dengan perkiraan pasar. Data ini menjaga harapan bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) masih akan menurunkan suku bunga acuannya tahun ini.

Namun, fokus investor tetap tertuju pada rencana Trump yang ingin membatasi bunga kartu kredit maksimal 10 persen. Kebijakan ini dinilai akan langsung menggerus pendapatan bank dan perusahaan pembayaran. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, bahkan memperingatkan bahwa aturan tersebut tidak hanya merugikan bank, tetapi juga bisa berdampak buruk bagi konsumen.

Kekhawatiran ini memperpanjang tekanan pada saham-saham keuangan sejak proposal tersebut pertama kali disampaikan Trump pada Jumat lalu. Saham Visa anjlok 4,5 persen, Mastercard turun 3,8 persen, sementara indeks sektor keuangan S&P 500 merosot 1,8 persen, menjadi sektor dengan penurunan terbesar hari itu.

Saham JPMorgan Chase juga ikut tertekan dan ditutup turun 4,2 persen, meskipun bank tersebut mencatatkan laba kuartal keempat yang melampaui ekspektasi pasar. Investor justru mencermati penurunan pendapatan dari bisnis perbankan investasi.

“Saham-saham keuangan sedang terpukul oleh usulan kartu kredit Trump,” ujar Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder, New York. Ia menilai meskipun rencana tersebut sulit diwujudkan, pasar tetap memperhitungkan risiko yang mungkin muncul.

Analis menilai pelemahan Wall Street kali ini masih tergolong wajar, sebagai koreksi setelah reli panjang. Sehari sebelumnya, indeks Dow Jones dan S&P 500 baru saja mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya