Berita

Forum Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) di Hotel Sahid Jaya. (Foto: RMOL/Ahmad Alfian)

Politik

CDCC Serukan Jadikan 2026 Titik Balik Persatuan Nasional

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 15:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menegaskan pentingnya merajut kemajemukan sebagai fondasi utama kerukunan dan kemajuan bangsa di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang kian kompleks pada 2026.

Ketua CDCC Prof. Din Syamsuddin mengatakan, kemajemukan Indonesia merupakan ketetapan sekaligus karunia yang tidak pernah dipilih, tetapi wajib dirawat dan dikembangkan secara sadar demi kemajuan bangsa.

“Kita tidak pernah memilih terlahir dalam keragaman agama, suku, bahasa, dan budaya. Karena itu, merawat dan mengembangkannya menjadi kewajiban bersama,” ujar Din Syamsuddin dalam pernyataannya bertajuk Resonansi CDCC 2026, Selasa, 13 Januari 2026.


Namun, Din menegaskan bahwa kerukunan tidak hadir secara otomatis. Ia harus direkayasa secara nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, meski persatuan bangsa masih relatif terjaga, berbagai gejala keretakan sosial tidak boleh diabaikan.

“Kita tidak boleh menutup mata dan telinga terhadap gejala retaknya kebersamaan, baik yang bersumber dari sentimen primordial SARA maupun perbedaan kepentingan sosial, ekonomi, dan politik. Bahkan, perbedaan kepentingan ekonomi-politik kerap menjadi pemicu menguatnya konflik bernuansa primordial,” tegasnya.

Din mengingatkan, konflik berbasis identitas akan jauh lebih sulit diatasi jika disharmoni horizontal antarwarga bertemu dengan disharmoni vertikal antara rakyat dan pemerintah.

“Jika disharmoni horizontal berhimpitan dengan disharmoni vertikal, maka stabilitas dan integrasi bangsa menjadi ancaman nyata. Inilah yang kami sebut sebagai gejala ‘retaknya perahu besar bangsa’,” ungkapnya.

Dalam konteks itu, CDCC menyerukan mawas diri dan muhasabah bersama kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari penyelenggara negara, organisasi masyarakat, hingga partai politik.

CDCC juga menyoroti gelombang ketidakpuasan sosial dan demonstrasi masyarakat yang terjadi pada Agustus hingga awal September 2025. Din menilai, fenomena tersebut mencerminkan persoalan struktural yang serius, terutama ketidakadilan ekonomi dan kecemasan kelas menengah.

“Unjuk rasa itu bukan persoalan sederhana. Ada tekanan ekonomi di sektor informal, kecemasan kelas menengah, serta rasa ketidakadilan akibat kebijakan seperti tunjangan DPR, kenaikan pajak bumi dan bangunan, pengangguran, dan naiknya biaya hidup,” jelasnya.

Menurut Din, secara makro ekonomi Indonesia memang relatif stabil, tetapi kualitas pertumbuhan masih rendah. Tantangan utama terletak pada minimnya penciptaan lapangan kerja formal, produktivitas yang lambat, ketergantungan pada konsumsi domestik, serta lemahnya sektor ekspor.

“Ekonomi tetap tumbuh, tetapi kualitasnya masih terus diuji. Ini menjadi pekerjaan rumah besar pada 2026,” katanya.

CDCC mengingatkan agar persoalan ekonomi tidak merembet ke instabilitas politik dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dalam hal ini, CDCC menaruh harapan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“CDCC meyakini Presiden Prabowo Subianto sebagai prajurit negarawan dapat mengambil langkah-langkah positif, konstruktif, dan strategis untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat,” ujar Din.

Selain persoalan domestik, CDCC juga menaruh perhatian pada dinamika global yang ditandai konflik bersenjata berkepanjangan, krisis kemanusiaan, serta menguatnya politik kebencian berbasis identitas, termasuk Islamofobia dan diskriminasi.

“Kekerasan bukan hanya menghancurkan wilayah dan merenggut nyawa, tetapi juga mematikan nurani global dan menormalisasi ketidakadilan,” tegasnya.

Karena itu, CDCC memandang dialog yang jujur, kolaborasi global yang berkeadilan, serta keberpihakan tegas pada nilai-nilai kemanusiaan universal sebagai satu-satunya jalan ke depan.

Ke depan, CDCC menyiapkan sejumlah agenda strategis. Setelah sukses menggelar Forum Perdamaian Dunia ke-9, CDCC akan memperingati World Interfaith Harmony Week dan International Day of Human Fraternity pada Februari 2026 bersama Inter Religious Council Indonesia dan DPD RI.

Selain itu, CDCC juga akan menggelar Dialog Pemuda Lintas Agama ASEAN sebagai ruang membangun saling pengertian generasi muda kawasan, serta menyelenggarakan Majelis Cendekiawan Madani Malaysia–Indonesia (MCM Malindo) II di Jakarta pada Agustus 2026.

“MCM Malindo bertujuan memperkuat landasan intelektual negara madani serta memajukan kehidupan umat Islam serantau,” pungkas Din Syamsuddin.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya