Berita

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari PDIP, Nyumarno usai diperiksa KPK. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Nyumarno Bantah Diinterogasi KPK soal Duit Suap Bupati Bekasi

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 01:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari PDIP, Nyumarno membantah ditanya soal aliran uang dari Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang.

Bantahan itu disampaikan langsung Nyumarno usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi selama enam jam.

 Nyumarno diperiksa penyidik sejak pukul 13.48 WIB hingga pukul 20.08 WIB di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin 12 Januari 2026.


Awalnya, Nyumarno mengaku ditanya soal peristiwa hukum yang menjerat Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang dan ayahnya Bupati Ade, HM Kunang, maupun pihak swasta, Sarjan.

"Kita jawab sudah, kita tidak tahu tentang peristiwa itu," kata Nyumarno kepada wartawan.

Selain itu, kata Nyumarno, dirinya didalami soal jabatannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi di alat kelengkapan dewan hingga di badan anggaran. Ia mengaku dicecar sebanyak 20 pertanyaan.

Saat ditanya soal dugaan aliran uang dari Bupati Bekasi, Nyumarno membantah ditanya hal tersebut.

"Woh, tidak ada sama sekali saya dimintain keterangan aliran uang dari, misalnya pak Bupati atau apa itu tidak ada, itu tidak benar," tegas Nyumarno.

Selain itu, Nyumarno pun membantah jika disebut diduga melakukan pemerasan terhadap pengusaha-pengusaha lokal di Kabupaten Bekasi.

"Ini kok pertanyaannya ke situ, pemerasannya di mana? Monggo. Tidak ada sih, tidak benar itu. Gitu-gituan saya tidak pernah. Kok pertanyaannya KPK ke perusahaan itu sih," pungkas Nyumarno.

Sebelumnya, Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa tim penyidik mendalami Nyumarno soal aliran uang.

"Termasuk kepada saksi saudara NYO (Nyumarno) selaku anggota DPRD, itu juga pendalaman terkait dengan dugaan aliran uang kepada saksi dimaksud," kata Budi kepada wartawan, Senin sore, 12 Januari 2026.

Nyumarno diketahui mangkir dari panggilan pertama pada Kamis 8 Januari 2026. Nyumarno beralan tidak menerima surat panggilan dari tim penyidik.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya