Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Dokumentasi PDIP)

Politik

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 22:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sikap kritis dan pengawasan terhadap kekuasaan harus selalu dilandasi oleh data dan fakta, bukan kemarahan atau serangan personal. 

Demikian disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pidato penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP Tahun 2026 di Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.

“Menghadapi kekuasaan, perjuangan partai tidak dijalankan dengan kemarahan, bukan dengan serangan personal, dan bukan dengan konfrontasi kosong. Cara-cara demikian justru menjauhkan kita dari watak kenegarawanan,” tegas Megawati.


Presiden ke-5 RI ini menambahkan bahwa garis perjuangan partai adalah perjuangan gagasan, kekuatan moral, serta keberpihakan kebijakan pada Rakyat Marhaen. Sebagai partai penyeimbang, PDIP berkewajiban memastikan kebijakan negara tidak menjauh dari kepentingan rakyat kecil dan keadilan sosial.

“Kritik kita harus berbasis data, pengalaman nyata rakyat, dan nilai ideologis bukan provokasi emosional. Dengan cara itulah Partai menjaga martabat politiknya,” ujarnya.

Megawati juga menggarisbawahi bahwa dalam sistem demokrasi, pemerintahan bukanlah musuh personal, melainkan objek kritik kebijakan yang sah. 

Ia pun mendorong agar diskursus politik nasional digeser; tidak hanya terpaku pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berbicara tentang keadilan sosial, kedaulatan pangan dan energi, keadilan ekologis, serta kualitas demokrasi.

PDIP, lanjut Megawati, harus menjadi tempat rakyat mencari keadilan, terutama ketika negara tampak kuat secara institusi namun lemah dalam memberikan rasa keadilan. Oleh karena itu, perjuangan partai harus dijalankan secara menyeluruh, mulai dari fungsi legislasi di parlemen hingga politik akar rumput yang emansipatoris.

“Kekuatan politik PDI Perjuangan tidak boleh bergantung pada kedekatan dengan kekuasaan, melainkan pada kepercayaan, partisipasi, dan kesadaran politik Rakyat,” pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya