Berita

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio. (Foto: KedaiKOPI)

Politik

Riset KedaiKOPI Petakan Kriteria Pemimpin Ideal Versi Elite dan Rakyat

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 21:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Lembaga Survei KedaiKOPI merilis laporan lengkap hasil riset kualitatif bertajuk "Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional".

Penelitian dengan metode Focus Group Discussion (FGD) ini dilaksanakan pada 2-3 Desember 2025, melibatkan 30 responden dari beragam latar belakang termasuk akademisi, NGO, mahasiswa, jurnalis, ibu rumah tangga, pengemudi ojek online, pedagang, pengusaha, ketua RT, dan guru, dengan komposisi 73,3 persen laki-laki dan 26,7 persen perempuan.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio menjelaskan, riset ini dilakukan untuk menginformasikan kepada elite politik dan calon pemimpin tentang kriteria, kategori, kompetensi pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat di Indonesia.


“Riset ini untuk menginformasikan kepada elite politik, kepada calon pemimpin tentang kriteria, kategori, kompetensi pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat di Indonesia,” kata Hensat, sapaan akrabnya, dikutip Senin, 12 Januari 2026.

Laporan FGD Lembaga Survei KedaiKOPI Desember 2025 menyoroti perbedaan pilihan kelompok elite dan non-elite terhadap kriteria pemimpin ideal. Kelompok elite memilih pemimpin yang merakyat melalui blusukan untuk membangun image kesejahteraan masyarakat, ketegasan lewat perencanaan strategis dan pengambilan risiko, serta visi jangka panjang yang besar. 

Sementara kelompok non-elite memilih gesture empatik, tampilan sederhana, serta respons cepat pada krisis seperti bencana atau tragedi tewasnya Affan, dengan religiusitas sebagai shortcut moral melalui ritual ibadah dan kepekaan terhadap isu Palestina.

Pada kompetensi, kelompok elite melihat kecerdasan seorang pemimpin dari kualitas berpikir berbasis data dan logika, problem solving strategis dengan tim kompeten regulasi, serta wawasan luas geopolitik ekologis tata kelola. 

Sebaliknya, kelompok non-elite memilih ijazah, komunikasi bahasa keseharian arahan langsung ke bawahan, serta pemerataan akses hak dasar layanan masyarakat sebagai legitimasi kecerdasan. 

Meski begitu, keduanya sepakat kredensial pengalaman dan prestasi bebas kontroversi, meski non-elit menambahkan latar keluarga bersih sebagai salah satu kriteria.

Untuk isu kebijakan, kelompok elit memilih prioritas geopolitik kedaulatan global, lingkungan keadilan ekologis moratorium tambang, good governance regulasi BUMN militer. 

Berbeda dari itu, kelompok non-elit memilih pungli, birokrasi BPJS kanal aduan responsif, bansos dan pangan murah, serta Palestina sebagai isu geopolitik utama. Keduanya setuju dengan isu pemerataan pendidikan kesehatan ekonomi, walau non-elit lebih dekat ke kebutuhan yang langsung terasa manfaatnya.

Dari sisi opini politik uang, kedua kelompok melihat itu sebagai norma strategi pemenangan. Gambaran yang didapatkan adalah politik uang yang berbentuk sedekah, uang transport, dan kontrak yang mengikat.

"Kita tidak bicara tentang siapa, kita tidak bicara tentang nama, tapi kita memberikan masukan kepada rakyat Indonesia, ini loh sebetulnya dari hasil FGD kita, pemimpin idealnya itu seperti apa, karakter, kriteria, kategori, dan isu yang dibawa oleh mereka,” tandas Hensat.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya