Berita

Menkop Ferry Juliantono saat memimpin Rapat Kerja (Raker) Kemenkop di Bogor. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Dukungan Publik atas Program Kopdes Harus Dibuktikan dengan Manfaat Nyata

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 21:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Hasil survei KedaiKOPI terkait program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang menunjukkan dukungan publik terus meningkat ditanggapi Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono.

Menurutnya, hasil survei tersebut dapat menjadi acuan bagi Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk merumuskan strategi yang tepat untuk terus meningkatkan kepercayaan dan dukungan publik terhadap program strategis tersebut.

"Ini menjadi pertaruhan bagi kita semua bahwa Kopdes Merah Putih ini harus sudah benar-benar beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih bagi masyarakat," kata Menkop Ferry Juliantono saat memimpin Rapat Kerja (Raker) Kemenkop di Bogor, Senin, 12 Januari 2026.


Hadir dalam raker tersebut Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan seluruh pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemenkop. Turut hadir juga Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio.

Ferry berharap agar hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei KedaiKopi tersebut tidak cepat membuat seluruh insan Kemenkop berpuas diri karena di tahun 2026 menjadi tahun yang penuh tantangan. Terlebih pada Maret-April 2026 ditargetkan puluhan ribu Kopdes/Kel Merah Putih yang terbangun dapat segera beroperasi secara aktif.

Dia juga mendorong agar sumber daya yang saat ini dimiliki Kemenkop untuk dioptimalkan agar program Kopdes/Kel Merah Putih dapat lebih digaungkan dan digelorakan untuk anak muda terutama bagi generasi Gen Z. 

Menkop menyadari bahwa Gen Z saat ini juga dihadapkan pada kondisi terbatasnya lapangan kerja yang dapat mereka akses sehingga keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih diharapkan dapat menjadi jawaban dari keresahan masyarakat.

"Harapannya kita bisa menyasar pada segmen milenial dan Gen Z yang sekarang menjadi perhatian dari pemerintah agar bagaimana Kopdes ini bisa membantu memecahkan masalah penyediaan lapangan kerja bagi mereka," ujar Menkop Ferry.

Survei yang dilakukan KedaiKOPI pada 10–15 Desember 2025 secara online terhadap 2.044 responden memperlihatkan bahwa 76,1 persen masyarakat sudah mengetahui program Kopdes/Kel Merah Putih. Sementara 82,7 persen menyatakan setuju dengan implementasinya. Bahkan di daerah yang sudah memiliki Kopdes berjalan, tingkat kepuasan mencapai 96,3 persen. 

“Hasil survei ini menjadi energi positif bagi kita semua. Artinya, masyarakat menaruh harapan besar pada koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal,” ujar Menkop Ferry.

Sementara itu Founder KedaiKOPI Hendri Satrio menyatakan bahwa citra koperasi selama ini masih kuat dengan stigma simpan pinjam. Namun masyarakat kini memiliki pandangan dan harapan baru dengan adanya program Kopdes/Kel Merah Putih dengan ekspektasi program ini dapat membawa perubahan signifikan bagi nama besar koperasi di Indonesia. 

"Insyaallah dengan dukungan publik yang kuat, kita bisa menjadikan tahun 2026 sebagai tonggak keberhasilan koperasi Merah Putih,” kata Hendri.

Hendri memaparkan sebanyak 70 persen responden menyadari tujuan utama koperasi adalah kesejahteraan anggota dan masyarakat, sementara 81,3 persen memahami koperasi dijalankan dengan asas kekeluargaan.

Analis komunikasi politik itu juga mengaku cukup terkejut dengan hasil survei terkait yang mencatat dukungan publik terhadap program yang dinilai masih baru di era pemerintahan Prabowo Subianto. 

Untuk sebuah kebijakan dan program baru dengan hasil survei yang mencatat 82,7 persen setuju menandakan bahwa program tersebut benar-benar dinilai sebagai program yang strategis yang akan memberikan harapan bagi perubahan yang lebih baik bagi masyarakat.

Menutup presentasi hasil surveinya, Hendri menekankan beberapa hal penting bagi sebuah koperasi untuk dipastikan dapat berjalan yaitu memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung usaha warga, dan menyediakan harga murah. Harapan masyarakat terhadap Kopdes/Kel Merah Putih juga diharuskan untuk mengedepankan aspek transparansi dan bebas dari praktik korupsi.

"Publik ingin koperasi bebas dari praktik korupsi dan dikelola secara profesional. Testimoni keberhasilan nyata dan komunikasi sederhana akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan,” jelas Hendri.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya