Berita

Kondisi kerusakan akibat banjir bandang di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat . (Foto: BNPB)

Politik

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 14:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam menjamin pemberian sertifikat tanah pengganti secara gratis bagi masyarakat korban banjir dan tanah longsor yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen pertanahan akibat bencana di Sumatera didukung penuh Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk kehadiran negara yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah yang menjadi aset utama keluarga. 

"Korban bencana tidak boleh dibebani persoalan administratif yang berlarut-larut. Pemberian sertifikat tanah pengganti secara gratis adalah langkah tepat, adil, dan berkeadilan yang dilakukan pemerintah,” ungkap Kang Aher, sapaan karibnya, Senin, 12 Januari 2026.


Mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat dua periode ini mengapresiasi Kementerian ATR/BPN yang menegaskan bahwa data pertanahan nasional tersimpan dengan sangat kuat dan aman. 

Dengan demikian, meskipun dokumen fisik masyarakat hanyut atau rusak akibat bencana, status kepemilikan tanah tetap dapat diverifikasi dan dipulihkan melalui sistem yang dimiliki negara.

“Kebijakan ini menunjukkan pentingnya sistem administrasi pertanahan yang modern dan tertata. Masyarakat harus merasa tenang bahwa hak-haknya tetap terlindungi meskipun menghadapi musibah,” tegas Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini.

Anggota F-PKS DPR RI Periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II ini menyoroti dampak bencana terhadap sektor pertanian. 

Terdapat sekitar 65 ribu hektare lahan sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang saat ini tertutup lumpur tebal akibat banjir dan longsor, sehingga tidak dapat difungsikan sementara waktu. 

Oleh karena itu, Komisi II DPR RI akan terus mendorong agar penanganan pascabencana dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya berfokus pada aspek administrasi pertanahan, tetapi juga pemulihan fungsi lahan dan penghidupan masyarakat terdampak.

Kerusakan lahan pertanian ini berdampak langsung pada ketahanan pangan dan ekonomi petani. Pemerintah memerlukan waktu serta penanganan teknis yang serius untuk memulihkan sawah-sawah yang tertutup material bencana agar dapat kembali produktif. 

"Pemulihan pascabencana harus menyeluruh. Dengan sinergi antarkementerian, pemerintah daerah, dan dukungan anggaran yang memadai, kita optimistis masyarakat dapat bangkit dan kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara normal,” tutup Kang Aher.



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya