Berita

Iluatrasi (RMOL via Gemini AI)

Tekno

Thailand Mulai Gunakan Teknologi Pemindaian Wajah untuk Layanan Kesehatan

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 10:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Thailand mulai menerapkan sistem verifikasi identitas menggunakan pemindaian wajah dalam skema Jaminan Kesehatan Universal yang dikelola Kantor Keamanan Kesehatan Nasional (NHSO) mulai Senin, 12 Januari 2026.

Wakil juru bicara pemerintah Thailand, Aiyarin Phanrit, mengatakan teknologi pengenalan wajah akan digunakan untuk memverifikasi pasien yang mengajukan layanan kesehatan di berbagai fasilitas, mulai dari klinik medis dan gigi, apotek, klinik fisioterapi, klinik teknologi medis, hingga pengobatan tradisional Thailand. 

Menurutnya, sistem baru ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga memastikan hak layanan kesehatan digunakan oleh pihak yang benar. “Peningkatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memastikan hak atas layanan kesehatan digunakan dengan benar,” ujar Aiyarin, dikutip dari Bangkok Post.


Sekretaris Jenderal NHSO, Jadej Thammatacharee, menegaskan bahwa verifikasi pemindaian wajah bersifat wajib dan menjadi syarat utama pencairan biaya layanan kesehatan. Ia menyatakan bahwa tanpa proses verifikasi tersebut, sistem tidak akan memproses pembayaran kepada fasilitas kesehatan. 

“Jika verifikasi identitas melalui pemindaian wajah tidak selesai, sistem tidak dapat memproses pembayaran,” kata Jadej, seraya menambahkan bahwa langkah ini penting untuk mencegah penyalahgunaan dana publik.

Sistem pemindaian wajah ini terhubung langsung dengan basis data identitas digital milik Kementerian Dalam Negeri Thailand dan menggunakan layanan verifikasi wajah dengan tingkat keamanan tinggi serta perlindungan data yang ketat. Pasien dapat mengakses layanan kesehatan dengan datang langsung ke fasilitas atau melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui akun resmi Line NHSO. Bagi pasien yang mendaftar lebih awal, sistem akan menerbitkan kode QR yang berlaku selama enam jam dan harus diverifikasi saat tiba di lokasi layanan.

Hingga saat ini, sekitar 15.000 apotek dan klinik swasta di seluruh Thailand terdaftar dalam skema tersebut. Namun, NHSO mencatat baru 3.551 fasilitas yang telah menyelesaikan aktivasi ulang sistem, terdiri dari apotek, klinik gigi, klinik medis, dan klinik fisioterapi. Fasilitas yang tidak memperbarui informasi dan sistemnya tidak diperbolehkan memberikan layanan di bawah skema baru ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya