Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Menguat di Awal Pekan

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 08:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mengawali perdagangan Senin pagi, 12 Januari 2026, mayoritas bursa saham Asia bergerak menguat, mengikuti penguatan indeks di Wall Street dan Eropa pada penutupan akhir pekan lalu.

Sentimen positif datang dari rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat periode Desember yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja lebih rendah dari perkiraan, namun tingkat pengangguran menurun. 

Data tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih solid, sekaligus membuka ruang ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif.


Di kawasan Asia-Pasifik, indeks ASX 200 Australia dibuka naik 0,22 persen dan melanjutkan penguatan hingga 0,52 persen atau 45,50 poin ke level 8.763,30. 

Bursa Korea Selatan mencatatkan kinerja kuat, dengan indeks Kospi naik 1,11 persen ke 4.637,03, sementara Kosdaq menguat 0,4 persen. Pasar saham Jepang tutup karena hari libur.

Nikkei naik 1,61 persen menjadi 822,63. Naik dari penutupan Jumat pekan lalu 51.939

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan dibuka menguat, tercermin dari kontrak berjangka di level 26.408, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.231,79.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed dengan volatilitas terbatas, setelah menguat 0,13 persen pada penutupan pekan lalu di level 8.936. Pergerakan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) di New York Stock Exchange terpantau mendatar di 19,01 Dolar AS.

Sejumlah analis memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran 8.900-9.000. Secara teknikal, indeks mulai memasuki area jenuh beli sehingga berpotensi mengalami koreksi sehat. Meski demikian, belum terdapat indikasi pembalikan arah tren, dengan level resistance terdekat berada di kisaran 8.970 dan level psikologis 9.000 masih menjadi tantangan bagi penguatan lanjutan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya