Berita

Tiang monorel yang terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Berita Jakarta)

Nusantara

Ada Mispersepsi Biaya Pembongkaran Tiang Monorel

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 00:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Telah terjadi mispersepsi publik terkait anggaran pembongkaran 109 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. 

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto mengatakan bahwa biaya murni untuk merobohkan tiang-tiang mangkrak tersebut hanya berkisar di angka Rp300 juta, jauh di bawah isu Rp100 miliar yang berkembang di masyarakat.

"Padahal angka itu merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara terpadu, bukan hanya pembongkaran tiang," kata Sugiyanto kepada redaksi, Senin 
12 Januari 2026.

12 Januari 2026.
 
Sugiyanto merinci secara teknis bahwa harga satuan pembongkaran beton lazimnya berkisar Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik. Dengan total 109 tiang yang memiliki estimasi volume 3-5 meter kubik per tiang, maka total biaya pembongkaran fisik secara rasional hanya berada di angka Rp120 juta hingga maksimal Rp300 juta.

Sugiyanto menilai kehebohan angka Rp100 miliar muncul karena masyarakat hanya membaca judul berita tanpa mencermati isi secara utuh. 

Padahal, anggaran jumbo tersebut diperuntukkan bagi paket pekerjaan menyeluruh yang mencakup perbaikan drainase, penataan trotoar ramah disabilitas, pengaspalan badan jalan, hingga penataan utilitas dan marka jalan di koridor Rasuna Said.

"Pembongkaran tiang monorel hanya sebagian kecil saja, sisanya untuk penataan trotoar dan badan jalan agar kawasan menjadi lebih tertata," kata Sugiyanto.

Aktivis Jakarta ini mengaku mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam menata wajah ibukota. 

Sugiyanto berharap masyarakat memahami bahwa proyek ini bertujuan menjadikan kawasan HR Rasuna Said lebih manusiawi dan fungsional melalui pembersihan tiang mangkrak yang sudah lama mengganggu estetika kota.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya