Berita

Presiden AS Donald Trump dan María Corina Machado (Foto: India Today)

Dunia

Nobel Tegaskan Penghargaan Machado Tak Bisa Dialihkan ke Trump

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 09:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Institut Nobel Norwegia menegaskan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian yang telah diberikan kepada pemimpin oposisi Venezuela María Corina Machado tidak bisa diserahkan atau dipindahkan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam pernyataan resmi, Institut Nobel Norwegia menjelaskan aturan pemberian Nobel bersifat final. 

“Hadiah tersebut tidak dapat dicabut, dibagikan, atau ditransfer kepada orang lain setelah diumumkan. Keputusan itu bersifat final dan berlaku untuk selamanya,” demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 11 Januari 2026. 


Klarifikasi muncul setelah Machado mengemukakan rencananya memberikan atau berbagi Hadiah Nobel Perdamaian yang ia menangkan pada Oktober lalu kepada Trump, menyusul intervensi AS di Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya.

Dalam wawancara dengan Fox News program Hannity, Machado menyampaikan apresiasi kepada Trump. 

“Saya tentu ingin secara pribadi mengatakan kepadanya bahwa kami percaya, rakyat Venezuela, karena ini adalah hadiah rakyat Venezuela, Ingin memberikannya (Nobel) kepadanya dan berbagi dengannya,” ujar Machado.

Trump menanggapi pernyataan tersebut dalam program yang sama. Ia menyebut akan menjadi kehormatan besar jika menerima penghargaan tersebut dan mengatakan menantikan pertemuannya dengan Machado dalam kunjungan yang dijadwalkan berlangsung di Washington pekan depan.

Machado merupakan mantan anggota Majelis Nasional Venezuela yang memenangkan pemilihan pendahuluan oposisi pada 2023. 

Namun, ia dilarang mencalonkan diri melawan Maduro dalam pemilihan umum dan kemudian mendukung kandidat lain. 

Maduro tetap mendeklarasikan kemenangan meski terdapat laporan pelanggaran pemilu dari pengamat independen.

Seiring meningkatnya penindasan terhadap demonstran dan oposisi, Machado sempat bersembunyi selama lebih dari satu tahun sebelum kembali muncul di publik di Norwegia bulan lalu. 

Pada kesempatan itu, putrinya menerima Hadiah Nobel Perdamaian atas namanya. Dalam pengumuman pemenang, Komite Nobel Norwegia menyebut Machado sebagai salah satu contoh paling luar biasa dari keberanian sipil di Amerika Latin dan memuji upayanya dalam memperjuangkan demokrasi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya