Berita

Aloka mendampingi sembilan bhikku yang melakukan jalan kaki untuk perdamaian dari Texas menuju Washington D.C. (Foto: US Today)

Publika

Aloka dan Kerukunan Umat Beragama

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 14:18 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AMERIKA Serikat tersohor sebagai negara demokrasi yang mendukung deklarasi PBB tentang Hak Asasi Manusia termasuk hak asasi untruk beragama. Namun ternyata tidak semua warga Amerika Serikat antusias menyambut kedatangan seekor anjing jalanan asal Kolkata bernama Aloka yang setia mendampingi 19 bhikku menempuh perjalanan “Walk for Peace” dari Fort Worth menuju ke Washington DC.

Tatkala berada di dalam perjalanan sampai di South Carolina, mendadak para bhikku dan Aloka dihadang minimal dua kali oleh mereka yang mengaku diri sebagai umat Kristen mutlak percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus.

Penghadangan dilakukan secara demonstratif oleh mereka yang mengaku pengikut setia Yesus Kristus dengan membawa banner disertai yel-yel tuduhan bahwa para bhikku membawa ajaran sesat ke bumi Amerika Serikat. Mereka juga mengutuk para pelaku “Walk for Peace” pasti akan masuk neraka. 


Dengan penuh kesabaran para bhikku menjelaskan bahwa “Walk for Peace” mereka lakukan bukan untuk menyebar ajaran sesat nan sekadar membawa pesan perdamaian dan kasih-sayang kepada Amerika Serikat sebagai negara paling adikuasa di planet bumi. Sebenarnya pada bikkhu membawa ajaran sama dengan ajaran Jesus Kristus yaitu kasih-sayang yang di dalam Buddhisme disebut sebagai metta.

Menarik bahwa di tengah suasan serba heboh itu, Aloka menyambut yel-yel dan kutukan para penghadang dengan menggonggong seolah ikut berdialog  dengan para penghadang. Tidak kalah menarik, tak lama setelah skandal penghadangan terjadi, para jemaah gereja beda sekte dengan sekte yang mengutuk “Walk for Peace” dengan penuh ramah-tamah menyambut Aloka dan para bhikku bahkan dipersilakan untuk bermalam dan makan-minum di gereja mereka.

Lain Indonesia, lain Amerika Serikat. Kita di Indonesia sudah terbiasa dengan tradisi tudong yang setiap tahun dilakukan para bhikku dari Thailand berjalan kaki menuju candi Borobudur demi merayakan Waisak. Umat beragama di Indonesia terbukti lebih ramah menerima tamu dari luar negeri ketimbang umat sekte tertentu di Amerika Serikat yang tidak perlu saya sebut nama sektenya di sini demi menghindari pencemaran nama baik.

Tidak ada yang menghadang disertai kutukan terhadap para bhikku yang melakukan tradisi tudong di Indonesia. Malah sebaliknya di dalam perjalanan menuju Borobudur para bhikku dengan penuh ramah-tamah dipersilakan bermalam di masjid dan gereja di mana kebetulan tidak ada kuil Buddhisme.

Kita semua sebagai warga negara dan bangsa Indonesia layak merasa bahagia dan bangga sebab terbukti peradaban kerukunan umat beragama di Indonesia jauh lebih beradab ketimbang peristiwa buruk yang dialami para bhikku beserta Aloka di negeri yang barusan melanggar Hukum Internasional di mana terbukti Donald Trump secara sewenang-wenang menangkap Presiden Venezuela beserta istrinya di Caracas .

Tindakan yang bisa dianggap sebagai unilaterisme itu jelas merupakan pelanggaran yang dilakukan Amerika Serikat terhadap kedaulatan Republic Bolivarian of Venezuela. Maka dapat dimengerti meski tidak bisa dibenarkan bahwa ada segelintir warga Amerika Serikat berprasangka buruk sehingga tega menuduh “Walk for Peace’ yang dilakukan Aloka dan 19 bhikku menyebar ajaran sesat di persada Amerika Serikat.


Penulis adalah budayawan dan pendiri MURI

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya