Berita

UMKM Makan Bergizi Gratis binaan BRI (Foto: bri.co.id)

Kesehatan

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 10:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Data terbaru dari FAO (2025) mengungkap fakta pahit, yaitu 43,5 persen penduduk Indonesia tidak mampu membeli pangan sehat. 

Kondisi ini dipertegas oleh Global Hunger Index 2025 yang menempatkan level kelaparan Indonesia pada posisi ke-70 dari 123 negara. Posisi tersebut masih jauh dari kata sejahtera. 

Bagi jutaan keluarga prasejahtera, urusan perut bukan lagi soal selera, melainkan upaya bertahan hidup di tengah fluktuasi harga pasar yang seringkali membuat protein menjadi barang mewah yang tak terjangkau.


Sebuah kisah menyentuh datang dari Kabupaten Kaur, Bengkulu. Seorang siswa memilih menyimpan telur rebus dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibawa pulang. Alasannya sederhana namun menyesakkan: "Untuk Ayah, karena kami jarang makan telur di rumah."

Program MBG bukan sekadar urusan perut, melainkan intervensi negara untuk memutus rantai kemiskinan dan stunting. 

MBG saat ini telah menjangkau jutaan jiwa dengan target utama adalah 5,49 juta jiwa warga prasejahtera, termasuk ibu hamil, bayi, hingga pelajar dari Sabang sampai Merauke. Dari kacamata medis, program ini adalah kunci bagi pembentukan generasi unggul. 

Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), menjelaskan bahwa nutrisi lengkap harus diberikan tanpa jeda sejak anak di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. 

“Kualitas nutrisi pada periode emas inilah yang kelak menentukan kualitas kesehatan dan produktivitas manusia saat dewasa,” tegasnya, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 10 Januari 2026. 

Namun, ia juga mengingatkan bahwa distribusi untuk ibu hamil di pelosok harus dipikirkan secara matang melalui sistem pengantaran langsung ke rumah, seraya mendorong penggunaan bahan pangan lokal agar keluarga prasejahtera nantinya “mampu menyiapkan makanan bergizi secara mandiri dan tidak selamanya bergantung pada bantuan.”

Secara ekonomi, MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis. 

M. Rizal Taufikurahman dari INDEF memproyeksikan bahwa program ini berpotensi meningkatkan PDB nasional hingga 0,17 persen pada awal 2040-an. 

Hal ini menegaskan bahwa kecerdasan yang dibangun dari piring makan hari ini adalah modal utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Meski implementasinya menantang, dukungan kolektif menjadi kunci agar program ini tepat sasaran dan mampu mengubah nasib jutaan keluarga dari Sabang hingga Merauke.

Program MBG adalah investasi infrastruktur manusia. Kecerdasan anak bangsa yang dibangun hari ini adalah modal utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya