Berita

Kapal tanker Rusia, Marinera yang disita Amerika Serikat. (Foto: Anadolu)

Dunia

Rusia Didesak Tenggelamkan Kapal AS Usai Penyitaan Tanker

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Ketegangan diplomatik dan militer antara Rusia dan Amerika Serikat tengah memuncak.

Sebelumnya, pasukan khusus AS menyita kapal tanker minyak berbendera Rusia. Hal ini memancing desakan dari tokoh politik Moskow agar Rusia menanggapi dengan tindakan militer.

Aleksey Zhuravlyov, Wakil Kepala Pertama Komite Pertahanan Duma Negara Rusia, menyatakan bahwa penyitaan kapal Marinera oleh Angkatan Laut AS sama dengan serangan terhadap wilayah Rusia karena kapal itu mengibarkan bendera nasional mereka.


"Kita perlu memberikan respons militer, serang dengan torpedo atau tenggelamkan beberapa kapal Amerika," ujar Zhuravlyov, dikutip dari UK Express, Jumat, 9 Januari 2026.

Ia menyamakan tindakan AS dengan pembajakan terhadap kapal sipil bersenjata yang membawa bendera Rusia, dan mengatakan bahwa respons tegas diperlukan.

Insiden itu terjadi setelah operasi penyitaan kapal Marinera oleh pasukan AS di perairan internasional Samudra Atlantik. Penyitaan disebut sebagai upaya menegakkan sanksi terhadap minyak yang dituding terkait Venezuela. 

Para analis memperingatkan bahwa langkah-langkah ekstrem seperti menyerang kapal milik AS berisiko memperluas ketegangan global dan menyeret aliansi militer lain ke dalam konflik yang lebih luas.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya