Berita

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budhi Hermanto (Foto: Humas POLRI)

Presisi

Polisi Terima Laporan terhadap Pandji Pragiwaksono

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 08:05 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polda Metro Jaya tengah menyelidiki dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh komika Pandji Pragiwaksono. Penyelidikan ini berdasarkan laporan dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM).

Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Inti laporan berkaitan dengan materi stand up comedy Pandji yang berjudul Mens Rea.

“Benar bahwa hari ini, 8 Januari, ada laporan dari masyarakat atas nama RARW terkait dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama yang berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budhi Hermanto, dalam keterangannya, Kamis malam, 8 Januari 2026.


Budhi menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, penyidik akan melakukan klarifikasi terhadap pelapor serta menganalisis barang bukti yang diserahkan.

Adapun barang bukti yang disertakan berupa rekaman video materi stand up comedy tersebut.

“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisis barang bukti. Kami mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyampaikan informasi serta memberi ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum,” ujar Budhi.

Menurut pelapor, materi komedi Pandji yang menyinggung organisasi kemasyarakatan NU dan Muhammadiyah dinilai provokatif dan cenderung mencemarkan nama baik organisasi.

Tayangan Mens Rea yang ditayangkan di Netflix berdurasi 2 jam 24 menit, termasuk penampilan komika Ben Dhanio dan Dany Beler sebagai pembuka acara.

Special show Mens Rea digelar di Indonesia Arena pada 30 Agustus 2025 dengan tiket berbayar. Rekaman pertunjukan tersebut kemudian mulai tayang di Netflix pada 27 Desember 2025.

Dalam salah satu materinya, Pandji menyinggung soal politik balas budi dan konsesi tambang untuk organisasi kemasyarakatan, termasuk NU dan Muhammadiyah.

“Ada yang ngerti politik balas budi? ‘Gue kasih lo sesuatu, tapi lo kasih gue sesuatu lagi’. Emang lo pikir kenapa NU dan Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira?” ujar Pandji dalam special show-nya.

“Karena diminta suaranya. ‘Gue kasih sesuatu, lo suka’. Happy lah. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah. Dan biar kita adil, sebenarnya tidak hanya ormas Islam saja, semua ormas agama ditawari, tapi agama lain menolak,” tambah Pandji, dikutip dari salah satu materinya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya