Berita

Pangkoopsau Marsda TNI Djoko Hadipurwanto. (Foto: Pen Koopsau)

Pertahanan

Pangkoopsau: Tradisi Pelepasan Pesawat Miliki Nilai Historis

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 01:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tradisi pelepasan pesawat merupakan salah satu bentuk penghormatan TNI Angkatan Udara terhadap alutsista yang telah mengabdi, sekaligus menjadi simbol estafet pengabdian dari satu satuan ke satuan lainnya. 

Hal tersebut disampaikan Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto saat memimpin upacara pelepasan pesawat Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Wing 3.1 Tempur menuju Skadron Udara 1 Wing 3.1 Tempur, bertempat di Apron Base Ops Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu, 7 Januari 2026.

Pangkoopsau menjelaskan bahwa pesawat Hawk 109/209 yang dilepas pada hari ini telah menjadi bagian penting dalam perjalanan tugas Skadron Udara 12 Wing 3.1 Tempur, baik dalam mendukung pembinaan kemampuan tempur penerbang, pelaksanaan latihan, maupun menjaga kesiapan operasional satuan. 


“Di balik setiap jam terbang pesawat tersebut, tersimpan dedikasi, loyalitas, serta kerja keras para penerbang, teknisi, dan seluruh personel pendukung yang senantiasa menjaga keselamatan terbang dan kerja serta kesiapan alutsista secara optimal,” kata Pangkoopsau dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. 

“Oleh karena itu, tradisi pelepasan ini tidak hanya bermakna administratif, tetapi juga memiliki nilai historis dan emosional yang patut kita hormati bersama,” tambahnya.

Upacara pelepasan pesawat Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Wing 3.1 Tempur menuju Skadron Udara 1 Wing 3.1 Tempur yang berkedudukan di Lanud Supadio, Pontianak, dilaksanakan secara khidmat dan diikuti oleh para pejabat Koopsau, pejabat Lanud Roesmin Nurjadin, Komandan Wing 3.1 Tempur, serta segenap personel Lanud Roesmin Nurjadin.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan dokumen serah terima oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris yang disaksikan langsung Pangkoopsau.

Ke depan, Skadron Udara 12 Wing 3.1 Tempur direncanakan akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang dijadwalkan tiba pada akhir Januari 2026. Kehadiran alutsista modern tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi TNI Angkatan Udara guna semakin meningkatkan daya tangkal serta kesiapsiagaan operasional dalam menjaga kedaulatan udara nasional.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya