Berita

Peserta didik menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: BGN)

Politik

Klaim Keberhasilan MBG Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas Menu

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 15:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Klaim Presiden Prabowo Subianto terkait keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 99,99 persen tidak perlu dipersoalkan. 

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, yang lebih penting saat ini adalah memastikan program tersebut benar-benar berjalan aman dan memenuhi standar gizi anak.

“Saya kira untuk keberhasilan MBG saat ini perlu diapresiasi, soal klaim Pak Presiden sebaiknya tidak perlu dipermasalahkan, yang kami harus lakukan saat ini adalah memberikan dukungan dan pengawalan agar target pemerintah dapat dicapai untuk anak-anak Indonesia,” kata Irma, Kamis, 8 Januari 2026.


Irma mengungkapkan, laporan kasus keracunan makanan akibat MBG saat ini sudah menurun signifikan. Namun, ia menyoroti masih adanya persoalan pada kualitas menu yang disajikan kepada peserta didik.

“Alhamdulilah untuk keracunan makanan memang sudah 80 persen dapat diminimalkan, tetapi untuk kecukupan gizi masih belum sesuai target, karena masih banyak menu yang tidak sehat,” ungkap Irma.

Ia menambahkan, Komisi IX DPR masih menemukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar sanitasi. Selain itu, masih terdapat menu yang mengandung gula, garam, dan lemak (GGL) berlebihan, penggunaan susu impor, serta makanan berbahan pengawet seperti bakso dan roti.

“Ini yang masih menjadi PR kami di Komisi IX DPR, dan ini kami temukan di dapil-dapil kami masing-masing,” ujar dia.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Komisi IX akan menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pada awal masa sidang. Rapat tersebut akan membahas standar gizi, kualitas menu, serta kondisi SPPG yang sanitasinya dinilai belum layak.

“Jika dibiarkan akan jadi bom waktu jika SPPG pengap, sempit, dan sanitasinya buruk,” pungkas legislator Fraksi Partai NasDem itu.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya