Berita

Selebaran yang dibawa mahasiswa saat unjuk rasa di Patung Kuda merespons tragedi kemanusiaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Politik

Demo di Patung Kuda Tuntut Tanggung Jawab Negara

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 13:31 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mahasiswa dan pemuda kembali turun ke jalan. Demonstrasi di Patung Kuda Jakarta hari Senin kemarin, 5 Januari 2025, merespons tragedi kemanusiaan yang merenggut 1.167 nyawa akibat bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Demonstrasi digagas Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera (GHARIS) bersama Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta yang telah membangun koalisi 23 organisasi mahasiswa lintas daerah, pemuda dan BEM, menuntut pertanggungjawaban negara. Koalisi menegaskan bencana yang terjadi merupakan bencana antropogenik akibat kerusakan lingkungan di hulu daerah aliran sungai (DAS) yang dipicu kebijakan industri ekstraktif dan pembukaan lahan skala besar.

"Bukan semata bencana alam tetapi kejahatan ekologis akibat kebijakan yang merusak hutan dan mengabaikan nyawa rakyat. Hari ini Sumatera besok bisa Kalimantan atau Papua, kami menolak diwarisi kehancuran," tegas Ketua Umum GHARIS sekaligus Koordinator Aksi, Simanjuntak, dalam orasinya.


Mereka mengecam narasi pemerintah yang dinilai menyederhanakan tragedi dengan menyalahkan faktor hujan, media sosial, hingga masyarakat tanpa menyentuh tata kelola lingkungan yang menjadi akar persoalan. Mereka juga mendesak Presiden untuk segera mencopot sejumlah pejabat yang dianggap gagal dan tidak memiliki sense of crisis. Di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang dinilai meremehkan kepastian hukum tata kelola darurat bencana, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang dikritik karena tetap melakukan kunjungan dinas saat Sumatera dilanda krisis.

Nama lain yang disorot adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang dituding mengelak dengan menyalahkan faktor alam, serta Kepala BNPB yang dinilai lamban dan gagal mengoordinasikan manajemen bencana di lapangan. Koalisi juga menyinggung keterlibatan sejumlah pejabat dari unsur TNI dan BGN yang dinilai memicu polemik di tengah penderitaan rakyat.

Meski tragedi terjadi di Sumatera, aksi ini mendapat dukungan mahasiswa dari Banten, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi sebagai bentuk solidaritas nasional.

"Kami ingin memastikan Sumatera tidak sendirian. Ketidakadilan di satu daerah adalah luka seluruh bangsa. Musuh kita jelas, kebijakan yang merusak alam dan mengabaikan nyawa rakyat," ujar Ketua Umum HMB Jakarta, Deri Ardiansyah.

Dalam aksi tersebut, koalisi menyampaikan lima tuntutan utama yakni penetapan status bencana nasional, moratorium total izin industri di seluruh hulu DAS Indonesia, pencopotan pejabat yang dinilai inkompeten, permintaan maaf terbuka Presiden atas kegagalan kebijakan ekologis, serta restorasi lingkungan sebagai solusi jangka panjang.

Aksi ditutup dengan penggalangan dana kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas mahasiswa kepada para korban banjir bandang di Sumatera.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya