Berita

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Jati Diri KPK Perlahan Mulai Sembuh

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 13:10 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang tahun 2025 dinilai meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Data Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK), KPK mampu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sebanyak 11 kali dengan 118 tersangka. Nilai pengembalian aset negara pun tercatat Rp 1,53 triliun. 

"Ini torehan gemilang. Penangkapan jaksa dan hakim juga menunjukkan KPK kembali ke jati dirinya sebagai lembaga yang tak pandang bulu dalam penegakan hukum," kata peneliti LSAK, Ahmad Hariri dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 6 Januari 2026.


Menurut Hariri, upaya KPK menindak oknum jaksa dan hakim merupakan langkah tegas dalam upaya memutus mata rantai korupsi di ranah peradilan. Bagi LSAK, kinerja KPK ini bukan semata pencitraan.

"Faktanya, KPK juga komprehensif dengan tetap fokus mengedepankan pencegahan dan upaya pengembalian aset negara," jelas Hariri.

Upaya tersebut tercermin melalui rencana strategis (Renstra) digitalisasi sistem pemerintahan untuk pencegahan. program ini langsung menyentuh sektor rawan seperti perizinan.

Walaupun pada kenyataannya, LSAK menyayangkan program tersebut tidak diperkuat dengan anggaran tambahan tahun 2026 yang belum disetujui.

"Tentu saja ini perlu dukungan publik. Sebab belum ada sikap resmi DPR bahkan hal ini redup dari pemberitaan media," lanjutnya.

Namun LSAK mengingatkan KPK tidak berpuas diri atas capaian tahun 2025. Lembaga pimpinan Setyo Budiyanto harus punya target lebih tinggi dalam peningkatan kinerja.

"Torehan gemilang di tahun lalu harus jadi momentum ekspansi berkelanjutan, baik di penindakan maupun pencegahan," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya