Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Inteligence)

Bisnis

Pasar Batu Bara 2026: Harga Global Melemah di Tengah Kenaikan Harga Acuan Indonesia

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 11:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar batu bara global mengawali pekan pertama Januari 2026 dengan tren pelemahan. Pada Senin 5 Januari 2026 harga komoditas ini terkoreksi akibat tekanan permintaan dari kawasan Asia dan tingginya ketersediaan stok di pasar internasional.

Penurunan harga terjadi secara merata di dua pasar acuan utama, yakni Newcastle dan Rotterdam:

Newcastle: Kontrak Januari 2026 turun 0,35 persen ke level 106,2 Dolar AS per ton. Penurunan berlanjut pada kontrak Februari sebesar 0,65 Dolar AS (menjadi 104,85 Dolar AS) dan Maret yang terpangkas 0,2 Dolar AS (menjadi 104,8 Dolar AS).


Rotterdam: Harga Januari 2026 melemah 0,15 Dolar ASke level 97,85 Dolar AS. Kontrak Februari dan Maret juga mengalami tekanan masing-masing sebesar 0,75 Dolar AS dan 1,4 Dolar AS.

Melemahnya harga ini sejalan dengan kinerja ekspor Indonesia sepanjang tahun lalu. Mengutip data BigMint, total ekspor batu bara non-kokas Indonesia selama tahun kalender 2025 tercatat sebesar 364,6 juta ton. Angka ini mengalami penurunan sebesar 7,8 persen dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang menembus 395,5 juta ton.

Penurunan ini dipicu oleh sikap hati-hati negara importir di Asia yang melakukan pengereman pembelian akibat melambatnya aktivitas industri dan melimpahnya stok domestik. Beberapa poin utama pergerakan pasar Asia meliputi:

Dua pembeli terbesar, China dan India, mencatat penurunan signifikan. Impor China anjlok 21 persen menjadi 83,1 juta ton karena kuatnya produksi domestik mereka. Sementara India memangkas impor sebesar 7 persen menjadi 95,4 juta ton seiring meningkatnya pasokan internal dan optimalisasi energi terbarukan akibat musim hujan yang panjang.

Jepang dan Filipina juga mencatat penurunan impor. Sebaliknya, Malaysia dan Korea Selatan menjadi sedikit pengecualian dengan mencatatkan kenaikan tipis masing-masing 1,7 persen dan 0,8 persen.

Meski pasar global cenderung lesu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) justru merevisi naik Harga Acuan Batu Bara (HBA) untuk paruh pertama Januari 2026. Hal ini memberikan sinyal adanya perbaikan sentimen pada spesifikasi tertentu:

Kalori Tinggi (6.322 kcal/kg GAR): Naik 2,5 persen menjadi 103,3 Dolar AS per ton.
Kalori Rendah (4.100 kcal/kg GAR): Menyentuh level tertinggi dalam enam bulan di posisi 47,05 per ton Dolar AS.

Di balik penguatan harga acuan tersebut, industri tambang masih dibayangi ketidakpastian kebijakan bea keluar ekspor untuk tahun 2026. Rencana penerapan tarif 1-5 persen mengalami penundaan menyusul adanya keberatan dari para pelaku usaha. Saat ini, pemerintah tengah mengkaji opsi tarif bertingkat 5-11 persen yang akan dikaitkan dengan fluktuasi harga global.

Ke depan, ekspor batu bara Indonesia diprediksi akan stabil dalam jangka pendek berkat sokongan harga acuan yang kuat. Namun, potensi pemulihan yang signifikan diperkirakan masih akan terhambat oleh lemahnya minat beli dari Tiongkok serta belum tuntasnya regulasi mengenai bea keluar yang memengaruhi perencanaan produksi nasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya