Berita

Pengamat politik Citra Institute, Efriza. (Foto: Dokumentasi pribadi narasumber)

Politik

Koalisi Permanen Dinilai Sulit Terbentuk Jika Pilkada Digelar Lewat DPRD

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 08:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peta koalisi partai politik (parpol) diprediksi tidak akan bersifat permanen apabila model pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak lagi digelar secara langsung di tempat pemungutan suara (TPS), melainkan diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai wacana koalisi permanen yang belakangan digelorakan Partai Golkar bersama sejumlah partai politik lainnya tidak sejalan dengan model pilkada melalui DPRD yang justru mereka dorong.

“Wacana pilkada kembali dipilih melalui DPRD memang berpotensi menjadi salah satu tolok ukur penting dalam pembentukan koalisi permanen,” ujar Efriza kepada RMOL, Senin, 5 Januari 2025.


Menurutnya, mekanisme pilkada yang diserahkan kepada DPRD akan sangat menekankan kekuatan partai politik serta soliditas fraksi di parlemen daerah.

“Dalam skema ini, sisi positifnya partai-partai akan terdorong membangun aliansi jangka panjang untuk mengamankan mayoritas suara di DPRD. Koalisi tidak lagi bersifat ad hoc menjelang pemilu, melainkan berbasis pada kalkulasi kekuatan legislatif yang berkelanjutan,” jelasnya.

Namun demikian, Efriza mengingatkan bahwa perubahan model pilkada melalui DPRD juga berisiko memperkuat praktik politik transaksional dan oligarkis di tingkat lokal, apabila tidak dibarengi dengan pengawasan serta regulasi yang ketat.

“Problematika lainnya adalah soal penentuan figur. Warna koalisi diyakini akan tetap berbeda-beda, karena kekuatan masing-masing partai juga tidak sama di setiap daerah,” ungkapnya.

“Apalagi dengan kuatnya basis dinasti politik di daerah. Artinya, potensi koalisi yang tidak solid, rapuh, bahkan kisruh tetap terbuka lebar,” sambung Efriza.

Oleh karena itu, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) tersebut memproyeksikan bahwa meskipun wacana pilkada melalui DPRD dapat menjadi faktor pendorong lahirnya koalisi permanen, realisasinya sangat bergantung pada desain kesepakatan politik yang dibangun.

“Dengan realitas komitmen kebersamaan partai yang lemah serta inkonsistensi elite politik dalam menjaga etika demokrasi, maka pembentukan koalisi permanen patut diragukan,” pungkas Efriza.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Pidato Berapi-api Jokowi di Rakernas PSI Diramalkan Jadi yang Terakhir

Minggu, 08 Februari 2026 | 02:33

UPDATE

Bebas Aktif Tapi di Bawah Komando Trump

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:50

Prabowo Mirip Soeharto Tidak Mau Dispekulasikan Publik

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:28

Belasan Siswa SMK Cedera Akibat Panggung Acara Perpisahan Ambruk

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:58

Modeling Budidaya Lobster di Batam Penuhi Kebutuhan Imlek

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:42

Polisi Lakukan Ekshumasi Selidiki Kematian Santri di Wonogiri

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:21

Sate Maranggi Mbah Goen Hadirkan Sentuhan Budaya Sunda dan Wisata Alam

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:58

Green Jobs Class Solusi Atasi Masalah Sampah di Kota Bandung

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:36

TNI Gercep Atasi Sedimentasi di Perairan Aceh Tamiang

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:19

Legislator PKB Minta Pemprov Hati-hati Terapkan Opsen Pajak Kendaraan

Rabu, 18 Februari 2026 | 02:59

Puluhan Warga Keracunan di Purworejo Tidak Terkait MBG

Rabu, 18 Februari 2026 | 02:33

Selengkapnya