Berita

Truk pengangkut bawang bombay ilegal di Pelabuhan Semarang. (Foto: Dispenal)

Pertahanan

133 Ton Bawang Bombay Ilegal Senilai Rp6 Miliar Diamankan Tim Gabungan

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang bersama tim gabungan lintas instansi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan komoditas pangan berupa bawang bombay ilegal dan barang campuran tak berdokumen di Dermaga Pelabuhan Nusantara 02, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

?Sinergi yang melibatkan Tim Gabungan Lanal Semarang, Kodim 0733/KS, Karantina Kota Semarang, serta instansi terkait di Pelabuhan Tanjung Emas ini berhasil mengamankan total tujuh unit truk yang baru saja tiba dari Pontianak, Kalimantan Barat.

?Dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 4 Januari 2026, kronologi penangkapan berawal ketika petugas gabungan melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang turun dari kapal. 


Berdasarkan hasil deteksi dini dan kecurigaan petugas, dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap unit truk jenis Fuso. 

Hasilnya, petugas menemukan muatan bawang bombay dalam jumlah besar yang diduga tidak dilengkapi dokumen karantina dan izin edar yang sah. ?Petugas mengamankan enam truk bermuatan bawang bombay dengan total estimasi berat mencapai 133,5 ton, serta satu truk bermuatan limbah plastik dengan dokumen tidak lengkap. 

?Berdasarkan harga pasar, estimasi nilai total bawang bombay yang diamankan mencapai Rp6.675.000.000. Penyelundupan ini berpotensi mengganggu stabilitas harga pangan lokal serta melanggar prosedur karantina kesehatan tumbuhan.

?Seluruh truk beserta muatan saat ini telah diamankan di Kantor Karantina Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Para sopir juga tengah dimintai keterangan guna mengungkap jaringan pemilik barang ilegal tersebut.

Keberhasilan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan serta mendukung keamanan jalur logistik nasional dari praktik perdagangan ilegal melalui jalur laut, seperti yang telah ditekankan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya