Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bitcoin Bergerak Positif Mendekati 90.000 Dolar AS

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 14:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bitcoin kembali mencatatkan pergerakan positif dengan kenaikan sebesar 1,14 persen dalam 24 jam terakhir, berada di level 89.881 Dolar AS pada Sabtu, 3 Januari 2026, berdasarkan data CoinMarketCap.

Salah satu pendorong utama kenaikan ini adalah terjadinya short squeeze di pasar Bitcoin. Dalam 24 jam terakhir, posisi short senilai sekitar 90,67 juta dolar AS terlikuidasi, yang menjadi angka tertinggi sejak Oktober 2025. 

Lonjakan tersebut terjadi saat harga Bitcoin sempat menembus level 90.000 dolar AS, memicu gelombang order beli dan mempercepat kenaikan harga.


Dari sisi institusional, sentimen bullish turut diperkuat oleh arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. 
Pada 2 Januari, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar 463,89 juta dolar AS, berbalik arah setelah sebelumnya mengalami arus keluar. ETF IBIT milik BlackRock menjadi kontributor terbesar dengan tambahan dana sekitar 280 juta dolar AS, menandakan kembali menguatnya minat investor institusi.
Secara teknikal, momentum Bitcoin menunjukkan sinyal yang cenderung positif meski masih bercampur. Harga BTC kembali bergerak di atas rata-rata pergerakan 7 hari, atau simple moving average (SMA), di level 88.198 dolar AS, serta mencatat persilangan MACD yang bersifat bullish. Sementara itu, indikator RSI 14 berada di level 53,88, yang mengindikasikan masih adanya ruang kenaikan sebelum pasar memasuki kondisi jenuh beli.

Bagi trader jangka pendek, sinyal MACD tersebut dapat diartikan sebagai peluang beli. Namun demikian, Bitcoin masih harus menghadapi level resistensi penting di kisaran 92.200 dolar AS dan 94.600 dolar AS, yang sebelumnya menjadi area harga tertinggi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya