Berita

Acara bedah buku “Manifesto Rempah dan Herbal Indonesia” di Samara Cafe, Purwokerto, Jawa Tengah. (Foto: Nusantara Centre)

Nusantara

Potensi Herbal dan Rempah jadi Kekuatan Peradaban Indonesia

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Nusantara Centre bersama IndieBanyumas sukses menggelar bedah buku “Manifesto Rempah dan Herbal Indonesia” di Samara Cafe, Purwokerto, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
 
Acara ini menjadi ruang diskusi publik mengenai sejarah panjang rempah dan herbal Nusantara serta relevansinya bagi masa depan bangsa.  
 
Buku tersebut ditulis oleh Prof. Yudhie Haryono PhD (CEO Nusantara Centre) bersama Riskal Arief. Keduanya juga hadir sebagai narasumber utama selain ekonom nasional, Agus Rizal. 
 

 
Diskusi juga menghadirkan pegiat literasi sekaligus Komisioner Bawaslu Banyumas, Yon Daryono dengan Hanan Wiyoko sebagai moderator.  
 
Menurut Angga Saputra dari IndieBanyumas, acara ini dikerjakan juga bersama beberapa media lokal, tokoh masyarakat, serta anggota WhatsApp Grup Banyumas Bebas Bicara (BBB).  
 
“Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh gagasan, diskusi, serta pemahaman mendalam mengenai potensi herbal dan rempah sebagai kekuatan peradaban Indonesia,” ujar Angga dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026. 
 
Rempah, herbal dan jamu Nusantara memiliki sejarah panjang sebagai komoditas strategis dunia. 
 
Lanjut dia, sejak berabad-abad lalu, perburuan rempah memicu pelayaran global, kolonialisme, hingga perbudakan. 
 
“Kini, riset internasional menegaskan manfaat rempah dan herbal sebagai bagian penting dalam piramida makanan dan kesehatan modern,” jelasnya. 
 
“Diskusi kami membuka wawasan publik tentang pentingnya menjaga serta mengembangkan potensi rempah dan herbal Nusantara di tengah arus besar penguasaan komoditas global,” tambah Angga,  
 
Peserta yang hadir memperoleh buku “Manifesto Rempah dan Herbal Indonesia” langsung dari penulis dan sertifikat. Acara ini juga menjadi temu ilmuwan, tokoh lokal dan sinergi dalam usaha menuju Indonesia Emas 2045.
 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya