Berita

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Publika

SBY Mulai Terganggu Ijazah Jokowi

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 19:57 WIB

BARU sehari video Andi Arief yang berisi peringatan terhadap pihak-pihak yang mengaitkan SBY dengan kasus ijazah Jokowi, yang disebarkannya lewat akun X-nya, hari ini surat somasi terhadap Budhius M Piliang sudah dilayangkan dan beredar di media sosial.

Budhius M Piliang adalah seorang host di Channel YouTube Unpacking Indonesia, milik Zulfan Lindan. Dari narasinya, Budi memang terlihat yakin bahwa SBY ada di belakang kasus ijazah Jokowi ini. Hal itu karena Roy Suryo mantan kader dan sekaligus petinggi Demokrat.

Sebagai orang yang mengikuti Channel YouTube Unpacking Indonesia sejak awal, setahu saya Budhius M Piliang juga bergabung belakangan. Awal narasinya, seperti juga Zulfan Lindan, relatif objektif. Saya kerap mengikuti diskusi-diskusi yang diadakan YouTube itu.


Tapi, belakangan, Channel YouTube Unpacking Indonesia terlihat makin men-Jokowi-sasi. Apalagi saat Zulfan Lindan terlihat hadir dan duduk di barisan depan Kongres PSI, saat Jokowi berpidato. Agaknya Channel YouTube-nya pun sudah menentukan pilihan politiknya.

Sebetulnya, yang harus disomasi sejak awal adalah Jokowi sendiri. Sebab, Jokowi-lah yang melempar rumor bahwa ada orang besar di belakang Roy Suryo Cs. Orang besar itu dipertegas Ade Darmawan, orang berbaju biru seperti dirinya, saat tampil di KompasTV.

Orang besar atau berbadan besar seperti sengaja diarahkan kepada SBY. Sempat dibantah Jokowi, tapi rumor itu tidak hilang. Apalagi usai anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Benny K Harman, mengomentari Arsul Sani yang enteng saja membuka ijazahnya dan seperti membandingkan dengan sikap Jokowi yang sulit sekali.

Jokowi kembali mengulang rumor orang besar di balik kasus ijazahnya saat wawancara eksklusif Kompas TV awal Desember lalu. Tapi saat ditanya siapa orangnya, Jokowi menjawab seolah semua orang sudah tahu siapa itu. Agaknya di kepala para pendukung Jokowi, arahnya tetap pada SBY dan mungkin juga Megawati.

SBY sendiri sebetulnya tak pernah mengomentari isu ijazah Jokowi ini. Megawati pernah sekali, itupun di awal-awal dulu. Kalau ijazahnya ada, ya tinggal dibuka saja. Kira-kira begitulah kata Megawati. Tapi kehadiran Beathor Suryadi, kader senior PDIP, dengan diksi Pasar Pramukanya, seolah PDIP kembali dikait-kaitkan lagi.

Somasi terhadap Budhius M Piliang ini adalah bukti bahwa rumor keterlibatan SBY dalam kasus ijazah Jokowi ini tak hilang dari kepala pendukung Jokowi. Apalagi Budi ini terbilang tokoh baru yang sedang semangat-semangatnya. Termasuk juga Zulfan Lindan.

Padahal kasus ijazah Jokowi ini sangat mudah diselesaikan Jokowi sendiri tanpa melibatkan pihak lain. Bahkan, Presiden Prabowo pernah ikut terseret pula. Jokowi yang tak mau menyelesaikannya, tapi pihak lain pula yang disalahkan. Heran, semua orang.

Alasan-alasan kuno dan kedaluwarsa semua diungkap sebagai pembenaran. Lewat proses hukum, ijazahnya belum diuji keasliannya, tapi 8 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Berlindung di balik pengakuan Rektor UGM, tapi ijazah itu sendiri tak bisa diuji secara terbuka. Padahal tak ada orang yang bisa mengubah ijazah itu kalau benar asli, lalu tiba-tiba menjadi palsu.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting 


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya