Berita

PNM Mekaar Bekasi memanfaatkan peluang daur ulang bahan jeans menjadi produk bernilai tinggi. (Foto: Dok. PNM)

Bisnis

ESG PNM Tumbuh Bersama Ibu-Ibu Pelaku Usaha Lokal

RABU, 31 DESEMBER 2025 | 16:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program Environmental, Social, and Governance (ESG) diterapkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) jauh lebih dekat ke masyarakat melalui penerapan tiga pilar keberlanjutan, yakni pilar sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Strategi ini memberi kontribusi nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di akar rumput. Tercatat hingga November 2025, PNM telah menjangkau lebih dari 228 ribu penerima melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan seperti Ruang Pintar, PNM Scholarship, dan Madani Vokasi Academy (MVA).

Komitmen menjalankan prinsip keberlanjutan tercermin melalui berbagai pencapaian, termasuk penghargaan pada ajang Indonesia Sustainability Awards dalam kategori The Best Company for The Community Empowerment Programme dan The Best Company for Comprehensive ESG Implementation Practices.


"Program ESG diarahkan untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui proses yang dijalankan, para ibu tidak hanya berperan menjaga lingkungan, juga memberdayakan komunitas di sekitarnya guna mendukung keberlanjutan lingkungan,” kata Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 31 Desember 2025.

Program keberlanjutan ini pun dirasakan langsung oleh para nasabah. Salah satunya nasabah PNM Mekaar di Bekasi, Aan Andasari yang memanfaatkan peluang daur ulang bahan jeans untuk menciptakan produk kreatif bernilai jual tinggi sambil memberdayakan anak-anak pemulung di sekitarnya.

“Saya mengedukasi anak-anak pemulung untuk belajar berkreasi dari sisa bahan jeans yang sering mereka temukan. Dengan sedikit keterampilan dan semangat, mereka kini bisa menghasilkan uang," tutur Aan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya