Berita

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Foto: YouTube DPR)

Nusantara

Menteri PU Mengira hanya Dua Kabupaten di Aceh yang Paling Parah

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 17:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengakui bahwa penanganan awal bencana banjir di Aceh semula memang difokuskan di dua kabupaten. Namun, dalam perkembangannya, dampak bencana ternyata lebih luas.

Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam rapat koordinasi pimpinan DPR bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana bersama kementerian dan lembaga terkait serta kepala daerah terdampak di Aceh, Selasa, 30 Desember 2025.

“Kami awalnya fokus di Aceh Tamiang dan Pidie Jaya karena dari informasi awal, itu yang terdampak paling parah. Tapi dalam perjalanan waktu, ternyata beberapa kabupaten lain juga memiliki masalah yang sama,” ungkap Dody dikutip dalam kanal YouTube DPR.


Dody menyebut, hampir seluruh wilayah terdampak mengalami genangan dan lumpur setinggi 1 hingga 2 meter. Kondisi ini membuat penanganan harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan.

“Kami sudah bekerja di hampir seluruh kabupaten di Aceh dan berkoordinasi dengan Wakil Gubernur serta para bupati,” ujarnya.

Atas dasar itulah, Kementerian PU kini menerapkan pola kerja 24 jam dalam penanganan banjir di Aceh. Langkah ini dilakukan demi percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Selain itu, pemerintah juga melibatkan masyarakat terdampak melalui program padat karya yang bersifat berbayar.

Program tersebut dinilai mampu mempercepat pemulihan sekaligus menjaga daya beli masyarakat pascabencana.

“Kami ingin masyarakat yang terdampak dan ikut membantu tidak hanya berkontribusi secara kemanusiaan, tetapi juga mendapatkan sedikit dukungan ekonomi dari negara,” tandas Dody.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya