Berita

Mantan Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Dokter Tifa:

Jokowi cuma Sekali Bicara Jujur soal Kuliah di UGM

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 00:10 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menyinggung pengakuan lama mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat masih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut Dokter Tifa, pengakuan Jokowi terkait Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) semasa kuliah merupakan pernyataan yang menurutnya paling jujur yang pernah disampaikan ayah dari Wapres Gibran Rakabuming Raka tersebut.

“Pengakuan paling jujur dan mungkin satu-satunya kejujuran dari seorang Jokowi adalah di bulan Juni tahun 2013,” tulis Dokter Tifa melalui  akun X pribadinya, dikutip Selasa 30 Desember 2025


Dokter Tifa merujuk pada sebuah acara seminar yang berlangsung di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada Juni 2013.

Dalam kesempatan itu, Jokowi hadir bersama Prof. Mahfud MD dan almarhum Prof. Syafii Maarif.

Ketiganya saat itu saling berbagi cerita mengenai pengalaman akademik, termasuk IPK semasa kuliah.

Menurut Dokter Tifa, dalam forum tersebut Jokowi secara terbuka mengakui bahwa IPK-nya berada di bawah angka 2. 

“Dengan jujurnya, Jokowi bilang, IPK saya di bawah 2,” kata Dokter Tifa, mengutip pernyataan Jokowi saat itu.

Lebih lanjut, Dokter Tifa menilai bahwa pengakuan tersebut menunjukkan ketidaktahuan Jokowi terhadap ketentuan akademik dasar.

Ia menekankan bahwa untuk dapat lulus sebagai sarjana, khususnya di UGM, mahasiswa harus memenuhi IPK minimal 2,00.

“Dia tidak tahu bahwa IPK kurang dari 2 artinya DO alias Drop Out. Jadi wajar kalau tidak punya ijazah,” pungkas Dokter Tifa.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya