Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Biro Sekretariat Presiden)

Publika

Refleksi Akhir Tahun 2025

Kemanusiaan di Atas Segalanya, Mengawal Persatuan, Menggilas Provokasi

MINGGU, 28 DESEMBER 2025 | 16:36 WIB

Manifesto Persatuan: Menutup Luka, Membuka Era Baru

PEMERINTAH Prabowo-Gibran menegaskan bahwa tahun 2025 adalah tahun pembuktian kerja nyata. Namun, sangat disayangkan, di tengah ujian bencana alam, masih ada segelintir "kaum kusam" yang mencoba memancing di air keruh.

Bersama celoteh Abah Bapersipil (Barisan Penggerak Supremasi Sipil) dan Selebritis dan rakyat, kita instruksikan kepada seluruh pihak: Hentikan residu Pilpres sekarang juga.


Musibah rakyat bukan panggung sandiwara politik. Siapa pun yang menarasikan musibah untuk kepentingan menjatuhkan martabat bangsa, mereka sedang berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia.

Arahan Presiden Prabowo Subianto jelas: Bantu atau diam!. Mengutip arahan tegas Presiden Prabowo terkait pihak-pihak yang terus memproduksi narasi negatif.

"Saudara-saudara, saya katakan dengan tegas: Indonesia adalah bangsa yang besar karena gotong royongnya, bukan karena caci makinya. Saat rakyat kita kedinginan di pengungsian, saat anggota TNI, Polri, SAR, dan relawan bertaruh nyawa di medan bencana, tidak ada tempat bagi mereka yang hanya bisa mencibir dan memprovokasi. Jika Anda tidak mampu membantu, minimal jangan buat keruh. Kalau Anda jual narasi perpecahan, saya pastikan persatuan NKRI akan meladeni Anda!"

Pagar Opini: Kemanusiaan Tanpa Syarat

Hormati seragam dan atribut kemanusiaan, jangan nodai keringat prajurit TNI, anggota Polri, dan tim SAR dengan opini busuk. Mereka adalah benteng terakhir kemanusiaan kita.
 
Cacat pikir dan miskin moral. Narasi yang mempolitisasi bencana adalah bukti nyata dari kelompok yang kehilangan kompas moral. Rakyat sudah cerdas melihat mana yang bekerja dengan hati dan mana yang memprovokasi dengan benci.
 
Lepaskan beban politik. Saatnya fokus pada pemulihan nasional. Semua kepentingan kelompok harus tunduk di bawah kepentingan keselamatan rakyat.

Pesan Penutup untuk Pihak Oposan Destruktif

Pemerintah tidak anti-kritik, namun pemerintah anti-perpecahan. Jangan tantang kesabaran rakyat yang sedang berjuang bangkit dari musibah. NKRI adalah harga mati, dan stabilitas nasional adalah syarat mutlak pembangunan.

Di tahun 2026, tidak ada lagi ruang bagi provokator bencana. Kita hanya akan berjalan bersama mereka yang mau berkeringat untuk Merah Putih.

Tahun 2025 adalah tahun pembuktian. Di saat rakyat berjuang menghadapi tantangan alam, pemerintahan Prabowo-Gibran berdiri tegak di garis depan. Namun, sangat disayangkan jika masih ada "kaum kusam" yang mencoba mempolitisasi musibah demi residu Pilpres yang tak kunjung usai.

Ingat, stop provokasi bencana, stop politisasi musibah, stop narasi destruktif.

Mari kita tundukkan kepala sejenak untuk menghargai dedikasi tanpa batas dari TNI, Polri, tim SAR, dan para relawan. Mereka bertaruh nyawa di medan lumpur, sementara provokator hanya sibuk menebar cacat pikir di media sosial.

Pesan Presiden Prabowo jelas: Bantu Pemerintah atau Diam!

Jangan perkeruh suasana NKRI jika nuranimu sudah mati. Narasi yang memecah-belah di tengah duka adalah bukti kemiskinan moral. Kalian jual narasi kebencian? Maka persatuan NKRI siap meladeni!

Saudara sebangsa, saatnya kita rapatkan barisan. Hormati pejuang kemanusiaan, beri apresiasi setinggi-tingginya untuk TNI, Polri, tim SAR, dan relawan yang sedang berjibaku dengan bencana. Jangan bebani mereka dengan opini busuk!

Hentikan politisasi, musibah rakyat bukan panggung politik kaum oposan residu Pilpres. Memanfaatkan duka untuk provokasi adalah tindakan cacat pikir dan miskin moral.

Jika ada yang terus menjual narasi negatif saat bangsa sedang berduka, maka rakyat yang cinta damai siap meladeni. Indonesia tidak butuh provokator, Indonesia butuh gotong royong. Sebarkan pesan ini untuk menjaga stabilitas dan moral bangsa!

Menutup tahun dengan ketegasan. Pemerintah Prabowo-Gibran fokus pada kemanusiaan. Stop jadikan bencana sebagai alat politik!

Menghargai kerja keras TNI, Polri, dan tim SAR adalah kewajiban. Mereka di lapangan, bukan di balik layar sebar hoaks. Lepaskan beban politik, fokus pada keselamatan rakyat! 

Kepada kaum oposan residu Pilpres: Narasi negatif kalian di tengah musibah hanya menunjukkan kemiskinan moral. Jika tidak bisa membantu, minimal jangan memperkeruh suasana.

Pesan Presiden: "Kalian jual narasi perpecahan, maka persatuan NKRI siap meladeni." NKRI adalah harga mati. Stabilitas nasional tidak bisa ditawar. 

Mari tutup 2025 dengan semangat gotong royong. Tinggalkan pola pikir kusam, bangun masa depan. Bantu pemerintah, atau diam!

Ade Adriansyah Utama
Salah satu inisiator Bapersipil

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya