Berita

Pengamat Politik Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta. (Dok pribadi)

Politik

Agenda Demokrasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah Pemerintah

MINGGU, 28 DESEMBER 2025 | 12:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Agenda demokrasi dan reformasi politik dinilai menjadi catatan paling serius dalam evaluasi kinerja pemerintahan sepanjang tahun ini.

Meski Asta Cita Presiden secara tegas menempatkan penguatan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) sebagai komitmen utama, implementasinya dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam sikap dan komunikasi politik para pejabat publik.

“Asta Cita Presiden menegaskan komitmen memperkuat demokrasi dan HAM, tetapi hal ini tidak cukup diwujudkan lewat program saja, melainkan juga tercermin dari sikap, perilaku, dan komunikasi politik pejabat publik,” ujar Pengamat Politik Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta kepada RMOL, Minggu, 28 Desember 2025.


Namun dalam praktiknya, Nurul menilai masih terdapat sejumlah pernyataan pejabat yang terkesan defensif dan anti-kritik. Bahkan, klarifikasi sering kali baru dilakukan setelah muncul gelombang kritik luas di ruang publik.

“Sayangnya, dalam beberapa kasus, pernyataan pejabat justru terkesan defensif, anti-kritik, dan baru diklarifikasi setelah viral. Demokrasi memang bising, dan dari kebisingan itulah koreksi kebijakan lahir,” jelasnya.

Nurul mengingatkan bahwa ketika kritik publik diperlakukan sebagai ancaman, maka esensi demokrasi justru dilemahkan dari dalam pemerintahan itu sendiri. Ia menyinggung adanya pandangan yang menyebut kritik masyarakat sebagai pernyataan tidak bijak.

“Ketika kritik dianggap ancaman, seperti dianggap sebagai ‘pernyataan tidak bijak dan semacamnya dari publik’, maka semangat demokrasi sedang dilemahkan dari dalam pemerintahan presiden itu sendiri,” tegasnya.

Ia pun menyinggung pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya belakangan ini terkait respons terhadap pertanyaan dan kritik publik. Menurut Nurul, pejabat publik yang memiliki kekuasaan seharusnya lebih lapang dalam menerima kritik.

“Sebagai orang yang punya kekuasaan untuk membantu rakyat, ya jangan marah atau jangan mengkritik balik. Memang begitu cara kerja sistem politik, kebijakan yang dikeluarkan penguasa harus mau dikritik dan dievaluasi publik,” ujarnya.

Bahkan, Nurul menegaskan bahwa kesediaan menerima kritik merupakan prasyarat mendasar bagi siapa pun yang memilih berada dalam lingkar kekuasaan.

“Kalau tidak mau dikritik, ya keluar dari kekuasaan atau jangan jadi pejabat publik,” tegasnya.

Selain soal sikap pejabat, Nurul juga menyoroti wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah dari langsung menjadi tidak langsung. Dalam perspektif nilai-nilai demokrasi, gagasan tersebut dinilai berpotensi menjadi kemunduran.

“Wacana mengubah pilkada langsung menjadi tidak langsung dipersepsikan sebagai kemunduran demokrasi,” jelasnya.

Ia menyebut, berdasarkan survei PRC, mayoritas masyarakat menilai gagasan tersebut tidak sejalan dengan semangat penguatan demokrasi dan justru berpotensi menggerus hak politik warga negara.

“Kebanyakan masyarakat menilai gagasan tersebut tidak sejalan dengan semangat memperkuat demokrasi dan justru berpotensi mengambil hak politik warga,” ungkap Nurul.

Nurul pun mengingatkan, jika wacana tersebut tetap dipaksakan, maka komitmen demokrasi yang tertuang dalam Asta Cita Presiden akan kehilangan makna substantifnya.

“Jika wacana ini dipaksakan, maka komitmen demokrasi dalam Asta Cita Presiden otomatis gugur secara substantif,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya