Berita

Satpol PP Provinsi DKI Jakarta menutup dan menyegel sejumlah depot air minum isi ulang (DAMIU) di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur pada 23-24 Desember 2025 (Foto: Istimewa)

Bisnis

Masih Banyak DAMIU Terkontaminasi Bakteri, Sejumlah Depot di Jakarta Ditertibkan

KAMIS, 25 DESEMBER 2025 | 07:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menindaklanjuti pengaduan masyarakat dan hasil pengawasan lintas instansi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta menutup dan menyegel sejumlah depot air minum isi ulang (DAMIU) di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur pada 23-24 Desember 2025. 

Penertiban ini dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya menjelang akhir tahun.

Penindakan dilakukan setelah tim gabungan menemukan pelanggaran perizinan dan kualitas air. Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta menunjukkan air dari depot-depot tersebut mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) dan total coliform di atas ambang batas aman.


Wakil Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Drs. Moh. Rizki Adhari Jusal, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa penutupan bersifat sementara hingga persyaratan dipenuhi.

“Penutupan dilakukan karena air masih terkontaminasi bakteri E. coli dan tingkat higienitas rendah. Depot dapat beroperasi kembali setelah memenuhi standar kesehatan dan perizinan,” ujar Rizki, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis 25 Desember 2025.

Selain mutu air, pelanggaran legalitas juga menjadi temuan utama. Sejumlah DAMIU tidak memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), serta sertifikat pelatihan higiene sanitasi pangan. Enam depot di antaranya langsung dikenakan penindakan sesuai peraturan daerah.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Tempat Usaha Satpol PP DKI Jakarta, Eko Saptono, menegaskan bahwa operasi ini merupakan respons atas keluhan warga terkait depot air yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Masalah Nasional DAMIU

Kasus di Jakarta mencerminkan persoalan struktural di sektor DAMIU. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan hanya sebagian kecil depot yang telah memiliki SLHS. Secara nasional, hingga April 2024, dari 78.378 DAMIU yang terdaftar, hanya sekitar 2,2 persen yang mengantongi SLHS.

Dari sisi mutu, Survei Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) 2023 mencatat sekitar 45 persen air minum isi ulang di Indonesia terdeteksi mengandung E. coli, yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Pengawasan juga menemukan praktik penggunaan galon bermerek oleh DAMIU, yang melanggar Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 651/MPP/Kep/10/2004. Praktik ini berpotensi menyesatkan konsumen karena menimbulkan kesan seolah air berasal dari produsen resmi air minum dalam kemasan.

Penutupan DAMIU berlandaskan Perda DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2009 tentang Sistem Kesehatan Daerah, Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, serta Kepmenperindag Nomor 651/MPP/Kep/10/2004. Regulasi tersebut mewajibkan DAMIU memiliki NIB, SLHS, dan menjamin kualitas air sesuai baku mutu.

Satpol PP menegaskan bahwa penertiban ini bertujuan melindungi konsumen, bukan menghambat usaha. Pelaku DAMIU diimbau melengkapi perizinan, rutin menguji kualitas air, dan menerapkan standar kebersihan. Masyarakat juga diharapkan lebih cermat memilih depot air minum yang legal dan memenuhi standar kesehatan.

Penegakan aturan yang konsisten dan partisipasi publik menjadi kunci untuk menjamin akses air minum yang aman dan layak bagi masyarakat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya