Berita

Menteri HAM Natalius Pigai berpidato di peringatan Hari HAM ke-77 di Jakarta. (Foto: tangkapan layar Youtube)

Dunia

RI Libas Thailand di HAM PBB

Menteri Pigai: Saya Tak Butuh Buzzer Untuk Taklukkan Dunia

RABU, 24 DESEMBER 2025 | 23:58 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan tidak membutuhkan buzzer atau pendengung untuk menaklukkan dunia.

Penegasan disampaikan usai Indonesia mencatat kemenangan penting dalam pemungutan suara Asia Pacific Group di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB).

“Waktu saya pidato, orang bilang Pigai mengkhayal. Tapi hari ini kita buktikan Indonesia bisa memimpin dunia,” tegas Pigai dikutip redaksi dari akun X miliknya, @NataliusPigai2, Rabu, 24 Desember 2025.


Dalam voting Asia Pacific Group yang berlangsung di Jenewa, Indonesia meraih 34 suara, unggul jauh dari Thailand yang hanya memperoleh 7 suara sehingga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk ditetapkan sebagai Presiden Dewan HAM PBB periode 2026.

Pigai mengungkapkan sebelum pemungutan suara sempat terjadi lobi antara Indonesia dan Thailand yang dilakukan Wakil Menteri HAM. Namun Thailand tetap bersikeras sehingga dilakukan voting terbuka.

Meski demikian, Pigai menegaskan proses belum sepenuhnya rampung. Ia mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus berdoa agar penetapan resmi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 dapat disahkan pada minggu kedua Januari mendatang.

“Kita tetap berdoa agar tanggal 8 Januari 2026 Indonesia ditetapkan secara resmi sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026,” pungkas Pigai.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya