Berita

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat melakukan audiensi dengan Panglima Kopassus Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi, di Markas TNI AD Kopassus, Jakarta Timur, Selasa 23 Desember 2025. (Foto: Istimewa)

Politik

Gandeng Kopassus, Mendes Optimis Percepat Asta Cita ke-6

SELASA, 23 DESEMBER 2025 | 17:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menggandeng jajaran Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk dapat mensosialisasikan program 12 Aksi Bangun Desa terhadap masyarakat desa di pelosok Indonesia secara optimal.

Pasalnya, Kopassus dinilai memiliki integritas dan kredibilitas tinggi, sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat desa, termasuk menyosialisasikan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

"Ketika Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melakukan kolaborasi dengan Kopassus, kami meyakini ini bisa mempercepat Asta Cita ke-6," kata Yandri saat melakukan audiensi dengan Panglima Kopassus Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi, di Markas TNI AD Kopassus, Jakarta Timur, Selasa 23 Desember 2025.


Lebih lanjut, Yandri mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya ingin menempa seluruh pendamping desa dengan elemen militer.

Pelatihan ini diyakini membantu pendamping desa lebih menghargai waktu, mematuhi aturan, dan menyelesaikan tugas sesuai tenggat waktunya.

Dalam konteks Indonesia, katanya, pelatihan semacam ini sering diintegrasikan dengan program Bela Negara yang bertujuan untuk memupuk rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa.

"Mungkin dalam waktu dekat, kami ingin meningkatkan kapasitas dan termasuk konsolidasi para pendamping desa. Mungkin awal tahun atau pasca lebaran, agar pendamping desa ini lebih militan," pungkasnya.

Hadir mendampingi Wamendes PDT Ariza Patria, Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik, serta Kepala BPI Kemendes PDT, Mulyadin Malik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya