Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Getty Image)

Global

Trump Hentikan Masa Tugas 29 Dubes AS di Berbagai Negara

SELASA, 23 DESEMBER 2025 | 16:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik hampir 30 diplomat karier dari posisi duta besar dan jabatan senior di sejumlah kedutaan besar. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membentuk ulang arah diplomasi Amerika Serikat agar sepenuhnya sejalan dengan agenda America First.

Mengutip laporan Politico, Selasa, 23 Desember 2025, dua pejabat Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengungkapkan bahwa para dubes di sedikitnya 29 negara telah diberi tahu pada pekan lalu bahwa masa tugas mereka akan berakhir pada Januari 2026 mendatang. 


Seluruh diplomat tersebut diketahui mulai menjabat pada era pemerintahan Presiden Joe Biden dan sebelumnya sempat bertahan dari gelombang pembersihan awal pada masa-masa awal periode kedua Trump.

Namun situasi berubah sejak pekan lalu, ketika mereka mulai menerima pemberitahuan resmi dari Washington terkait pengakhiran penugasan mereka. 

“Duta Besar menjabat atas kehendak presiden," kata pejabat tersebut, seraya menegaskan bahwa para diplomat itu tidak diberhentikan dari dinas luar negeri, melainkan akan kembali ke Washington untuk penugasan lain apabila bersedia.

Deplu AS menolak memberikan komentar mengenai jumlah pasti maupun nama duta besar yang terdampak. Meski demikian, mereka membela kebijakan tersebut sudah sesuai prosedur yang berlaku. 

"Sebagai perwakilan pribadi presiden dan merupakan hak presiden untuk memastikan bahwa ia memiliki individu-individu di negara-negara ini yang memajukan agenda America First," ungkap Deplu AS. 

Afrika menjadi kawasan yang paling terdampak, dengan duta besar dari 13 negara ditarik, antara lain Burundi, Kamerun, Tanjung Verde, Gabon, Pantai Gading, Madagaskar, Mauritius, Niger, Nigeria, Rwanda, Senegal, Somalia, dan Uganda. 

Asia menyusul dengan enam negara terdampak, yakni Fiji, Laos, Kepulauan Marshall, Papua Nugini, Filipina, dan Vietnam.

Selain itu, perubahan juga terjadi di Eropa (Armenia, Makedonia, Montenegro, dan Slovakia), Timur Tengah (Aljazair dan Mesir), Asia Selatan dan Tengah (Nepal dan Sri Lanka), serta kawasan Barat (Guatemala dan Suriname).

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya