Berita

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK). (Foto: RMOL)

Hukum

Kasus Bupati Bekasi dan Sang Ayah Sangat Menyedihkan

SELASA, 23 DESEMBER 2025 | 10:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) bersama ayahnya, HM Kunang (HMK), pada Sabtu pagi, 20 Desember 2025.  Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Penahanan tersebut menambah daftar panjang kepala daerah yang tersandung kasus korupsi. Kasus ini pun menuai keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk politisi PKS Mardani Ali Sera.

Menurut Mardani, kasus yang menjerat Ade Kuswara sangat memprihatinkan karena yang bersangkutan merupakan sosok kepala daerah muda yang seharusnya menjadi harapan baru dalam kepemimpinan daerah.


“Ini menyedihkan. Bupati Ade termasuk anak muda. Jika benar Lurah Kunang melakukan perbuatan meminta-minta uang ke pengusaha dan pejabat Pemkab Bekasi, itu salah besar,” ujar Mardani, lewat akun X miliknya, Selasa, 23 Desember 2025.

Ia menilai, peran orang tua seharusnya menjadi benteng moral bagi anak, terlebih ketika sang anak memegang jabatan publik yang strategis.

“Orang tua yang baik seharusnya menjaga anaknya dari sikap-sikap buruk,” tegas Anggota Komisi II DPR RI itu.

Lebih jauh, Mardani menekankan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga.

“Kejadian ini juga menunjukkan usaha melawan korupsi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dan sekali lagi, tidak ada manfaat uang korupsi,” tandasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa harta yang diperoleh dari cara-cara yang tidak halal hanya akan membawa kerusakan.

“Apa yang haram tidak keluar kecuali maksiat dan kezaliman,” pungkas Mardani.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya