Berita

Aliansi Solidaritas Peduli Kepulauan Riau (ASPEK) menggelar unjuk rasa di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin 22 Desember 2025. (Foto: Istimewa)

Nusantara

ASPEK Datangi Satgas PKH Kejagung, Teriakkan Ancaman Bencana di Kepri

SENIN, 22 DESEMBER 2025 | 17:38 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Peduli Kepulauan Riau (ASPEK) menggelar unjuk rasa di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin 22 Desember 2025. Massa mendesak Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) turun langsung ke Kabupaten Lingga dan Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dengan membawa mobil komando, massa ASPEK menyuarakan keresahan masyarakat Kepri terkait dugaan perusakan hutan dan lahan. Aksi berlangsung damai sejak siang hari dengan pengawalan ketat aparat Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan: “Bapak Presiden Prabowo, Satgas PKH, Menteri Kehutanan, Kami Tidak Ingin Kepulauan Riau Mengalami Bencana Seperti Sumatra.”


Poster lain bertuliskan, “Hutan dan Lahan Kami Dirampas, Datanglah ke Lingga,” hingga “Hutan Gundul, Masyarakat Dizalimi, Bencana Menanti Batam.”

Para orator silih berganti berorasi dari atas mobil komando. Mereka menuding aktivitas PT CSA dan PT SPP sebagai biang rusaknya hutan, bukit, hingga kawasan bakau di Kepri. ASPEK menilai pembiaran hanya akan menyeret Kepulauan Riau ke jurang bencana ekologis.

Inisiator ASPEK, Zuhardi Putra, warga asli Lingga, menegaskan aksi ini merupakan bentuk sikap tegas masyarakat Kepri. Ia menyampaikan lima tuntutan utama, mulai dari permintaan Satgas PKH turun ke lapangan, hingga desakan agar Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengevaluasi dan mencabut izin perusahaan yang dinilai merugikan rakyat.

ASPEK juga menuntut transparansi perluasan lahan, termasuk penguasaan tanah negara dan tanah masyarakat yang disebut dilakukan secara tidak manusiawi. Mereka meminta Kementerian Kehutanan meninjau ulang luas perizinan HGU PT CSA dan PT SPP di Kabupaten Lingga.

Zuhardi mengingatkan, jika aspirasi tersebut tak digubris, ASPEK siap menggelar aksi besar-besaran di Istana Negara dengan membawa langsung warga Kepulauan Riau.

 “Kami tidak anti investasi. Tapi jangan sampai investasi justru menghancurkan alam dan menyengsarakan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun menutup dengan pesan keras kepada pemerintah pusat. “Jangan hanya percaya laporan manis pejabat daerah. Presiden harus turun langsung ke Lingga, lihat sendiri penderitaan rakyat di lapangan,” tandas Zuhardi.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya