Berita

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meninjau langsung kandang peternak anggota Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Menkop Dorong Koperasi Peternak Pangalengan Berbasis Teknologi Terintegrasi

SENIN, 22 DESEMBER 2025 | 17:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono didampingi Sekretaris Kementerian Koperasi (Sesmenkop) Ahmad Zabadi mengunjungi Kelompok Tani Mekar Pelita di Pangalengan, Jawa Barat, sekaligus meninjau langsung kandang peternak anggota Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Senin, 22 Desember 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Menkop juga melihat secara langsung implementasi aplikasi ERP yang digunakan KPBS Pangalengan dalam pengelolaan usaha peternakan. Aplikasi ini dimanfaatkan untuk mendukung pencatatan produksi, distribusi, hingga tata kelola keuangan koperasi secara terintegrasi dan transparan.

"Kunjungan tersebut bertujuan untuk menilai pengelolaan usaha peternakan, penerapan standar produksi, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung efisiensi dan transparansi koperasi," jelasnya.


Menurutnya, KPBS Pangalengan dapat menjadi contoh koperasi modern yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip kebersamaan dan kemandirian anggota.

Modernisasi koperasi merupakan salah satu kunci penguatan ekonomi rakyat, khususnya di sektor peternakan dan pertanian. Dengan dukungan teknologi, koperasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi anggotanya.

Pemanfaatan teknologi digital di KPBS Pangalengan menunjukkan bahwa koperasi mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Ia berharap model pengelolaan seperti ini dapat direplikasi oleh koperasi-koperasi lain di berbagai daerah.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional, melalui modernisasi sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan usaha berbasis anggota.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya