Berita

Ahmad Bahauddin Nursalim bersama Quraish Shihab di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. (Foto: Dokumen Daffa Syarifuddin Masnun)

Publika

Satu Perintah Dua Praktik Berbeda yang Benar

SENIN, 22 DESEMBER 2025 | 12:32 WIB

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha bercerita tentang kisah Allah dan dua orang penghuni neraka di suatu pengajian bersama Quraish Shihab baru-baru ini. Kisah ini diambil Gus Baha dalam Kitab Ihya Ulumuddin karang Iman al-Ghazali.

Suatu ketika Allah memanggil dua orang penghuni neraka. Lalu Allah bertanya: "Bagaimana keadaanmu di neraka?'

Dua orang itu secara bergantian menjawab. Pokoknya, jawabannya, tak ada yang bagus. Sakit, menderita, disiksa, dirantai, dibakar, disetrika, dihimpit, ditusuk, mati hidup lagi, mati hidup lagi, begitu seterusnya.


Mendengar jawaban dua orang penghuni neraka yang panjang lebar sambil memelas, menangis, meratap, pokoknya sangat dramatis itu, lalu Allah membalas dengan singkat: "Ya udah, balik lagi sana ke neraka."

Mendengar respon dan jawaban Allah itu, satu orang penghuni neraka, lalu berlari ke neraka dengan penuh bersemangat. Allah sampai kaget, kok dia sampai bisa bersemangat seperti itu? Katanya sakit, menderita, dan sebagainya.

Lalu Allah memanggil lagi penghuni neraka yang bersemangat kembali ke neraka itu dan bertanya: "Kok, Kamu terlalu bersemangat seperti itu?"

Lalu penghuni neraka itu menjawab: "Ya.Allah, saya bersemangat seperti itu, karena sewaktu di dunia dulu, saya seringkali mengabaikan perintah-Mu, maka saat ini, saat Engkau perintahkan, bahkan untuk balik lagi ke neraka sekalipun, saya kerjakan dengan penuh bersemangat. Begitulah.

Mendengar jawaban penghuni neraka itu Allah terkesan, lalu berkata: "Ya audah, masuklah ke surga sana." Akhirnya, penghuni neraka itu pindah tempat menjadi penghuni surga.

Lalu, penghuni neraka yang satunya lagi, yang dari tadi diam saja, ditanya juga oleh Allah: "Kamu kenapa diam saja dari tadi dan tak balik seperti temanmu yang saya perintahkan kembali ke neraka?"

Penghuni neraka yang dari tadi diam saja menjawab: "Ya Allah, saya berprasangka baik terhadap-Mu. Kamu memanggil saya dari neraka, saya yakin sekali pasti bukan untuk dikembalikan lagi ke neraka."

Allah tersenyum mendengar jawaban penghuni neraka yang satunya lagi itu dan berkata: "Kamu benar, Saya ini tergantung persangkaan hamba-Ku. Jadi, Kamu berdua masuklah ke dalam surga menjadi penghuni surga.

Itulah yang saya maksud denga satu perintah dua praktik berbeda yang benar. Gus Baha mengatakan bahwa beragama itu mudah, asal niatmu bagus, apa pun yang kamu lakukan Insya Allah akan bagus.

Jadi tak penting status Bencana Nasional atau Bukan. Yang penting, apa pun yang dilakukan itu niat untuk membantu meringankan beban saudara kita yang sedang ditimpa musibah seperti yang dikatakan Seskab Teddy Indra Wijaya.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya