Berita

Representative Image (Foto: New York Times)

Dunia

AS dan Venezuela Saling Ganggu Sinyal GPS di Karibia

MINGGU, 21 DESEMBER 2025 | 14:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela semakin meningkat setelah kedua negara dilaporkan saling mengacaukan sinyal GPS di wilayah Karibia. 

Seorang pejabat AS, yang tidak disebutkan namanya, menjelaskan bahwa beberapa kapal perang AS telah mengganggu sinyal GPS di dekat wilayah operasinya. 

Tindakan tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan lalu lintas udara dan pelayaran sipil di kawasan tersebut.


“Beberapa kapal perang AS yang dikerahkan ke Karibia dalam beberapa bulan terakhir telah mengganggu sinyal GPS di sekitarnya,” ujar pejabat itu, seperti dikutip dari New York Times, Minggu, 21 Desember 2025. 

Di sisi lain, perusahaan data satelit Spire Global menemukan bahwa militer Venezuela juga memblokir sinyal posisi di sekitar instalasi strategis, mulai dari pangkalan militer hingga kilang minyak.

Hal ini disebut sebagai respons atas tekanan militer AS yang meningkat di kawasan. Data menunjukkan pemblokiran terjadi di area sensitif, termasuk pembangkit listrik.

Berdasarkan laporan tersebut, gangguan sinyal GPS tidak hanya memengaruhi operasi militer, tetapi juga berdampak pada transportasi sipil. 

Di tengah meningkatnya ketegangan, pasukan AS juga mencegat kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela. 

Kapal tersebut diketahui membawa minyak Venezuela dan merupakan intersepsi kedua dalam dua pekan terakhir, memicu kekhawatiran bahwa ketegangan antara kedua negara akan semakin meningkat.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya