Berita

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Awasi Pemutakhiran Data Pemilih, Bawaslu Keluhkan Akses Sidalih yang Tidak Seragam

KAMIS, 18 DESEMBER 2025 | 12:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menyoroti adanya perlakuan berbeda dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) terkait akses data selama proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, mengungkapkan bahwa jajaran pengawas di daerah menemukan dua fenomena yang menghambat pengawasan pada Sistem Daftar Pemilih (Sidalih).

"Ada ketidakseragaman dalam akses Sidalih," ujar Lolly dalam keterangan tertulisnya yang dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025.


Lolly menyebutkan, ketidakseragaman Perlakuan KPUD dapat dilihat dari rentang waktu pengecekan data pemilih yang dimutakhirkan dengan yang ada di dalam Sidalih.

"Bawaslu menemukan ketidakseragaman perlakuan KPU Kabupaten/Kota terhadap akses Sidalih yang dikunci pada 3 Desember 2025," urainya.

Lolly menjelaskan lebih rinci mengenai hambatan yang dihadapi Bawaslu daerah dalam menindaklanjuti saran perbaikan hasil PDPB. 

Menurutnya, sebagian KPU Kabupaten/Kota bersedia menindaklanjuti saran perbaikan dari Bawaslu pada saat rapat pleno terbuka rekapitulasi PDPB (6–8 Desember 2025). Mereka bersedia meminta KPU Provinsi untuk membuka kembali akses Sidalih guna melakukan perbaikan data.

Namun, sebagian KPU lainnya justru menolak melakukan perbaikan dengan dalih bahwa sistem Sidalih sudah terkunci dan tidak dapat diakses kembali setelah melewati batas waktu yang ditentukan.

Perbedaan perlakuan ini menjadi perhatian serius Bawaslu, karena menyangkut hak pilih warga negara yang harus termutakhirkan dengan akurat. Bawaslu berharap ada standar prosedur yang sama di seluruh Indonesia agar rekomendasi pengawasan dapat ditindaklanjuti demi integritas daftar pemilih.

"Ada ketidakseragaman dalam akses Sidalih yang berdampak pada proses tindak lanjut saran perbaikan kami," pungkas Lolly.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya