Berita

Ilustrasi

Politik

Hitungan Sementara BI: Dampak Bencana Sumatera Tekan PDB Nasional

RABU, 17 DESEMBER 2025 | 21:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) memperkirakan bencana alam yang melanda tiga provinsi Sumatera akan memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional. 

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menjelaskan berdasarkan hitungan sementara, dampak bencana tersebut diproyeksikan menekan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sekitar 0,017 persen secara tahunan.

"Sebagai asesmen kami sementara metode yang dilakukan adalah melihat hilangnya aktivitas ekonomi selama 32 hari dan dampaknya itu kepada perekonomian memang agak negatif, dalam PDB setahun ini perkiraannya baru minus 0,017 persen," katanya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) secara virtual pada Rabu, 17 Desember 2025.


Meski demikian, Aida menekankan bahwa perhitungan dampak bencana tidak sederhana karena mencakup berbagai dimensi, seperti ekonomi dan sosial. 

"Bahkan dalam perhitungan dampak ekonomi itu banyak dimensi yang mesti diperhatikan seperti hilangnya nilai aset, kemudian juga produktivitas atau tutupnya ekonomi serta adanya upaya positif terkait untuk rekonstruksi bencana," jelasnya.

Sementara dari sisi inflasi, BI belum dapat menarik kesimpulan pasti untuk tiga provinsi terdampak karena masih menunggu hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS). Meski demikian, berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan BI, pada minggu pertama pascabencana inflasi memang terlihat lebih tinggi.

Aida menyebutkan, sejumlah komoditas pangan utama seperti beras, telur ayam, dan bawang yang sebelumnya menjadi penyumbang utama kenaikan volatile food telah menunjukkan perbaikan. Adapun komoditas yang masih mencatatkan harga relatif tinggi adalah daging ayam ras dan cabai rawit.

"Yang agak tinggi memang daging ayam ras dan cabai rawit. Tetapi secara keseluruhan hanya berada sedikit di atas titik tengah target inflasi medium 2,5 persen," tuturnya.

Lebih lanjut, Aida mengatakan BI akan terus melakukan penguatan pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP).

Sementara itu dari sisi pertumbuhan ekonomi, BI memperkirakan kinerja ekonomi pada kuartal IV 2025 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal III 2025 yang tercatat sebesar 5,03 persen. 

"Di kuartal IV ini kami memperkirakan pertumbuhannya lebih tinggi atau dalam rangenya di tahun ini menjadi 4,7-5,5 persen dan di 2026 akan menuju 4,9-5,7 persen," katanya.

"Inflasi juga terjaga di 2025 sedikit di atas titik tengah target 2,5 plus minus 1 persen dan demikian juga di 2026," tandasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya