Berita

Banjir bandang di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang. (Foto: Kiriman Warga)

Politik

Jangan Jadikan Bencana Alam Ajang Rivalitas dan Bullying Politik

SELASA, 16 DESEMBER 2025 | 21:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Fenomena saling serang antar aktor pemerintah dan politik di tengah penanganan bencana Sumatera patut disesalkan. Disaat musibah, mereka malah menjadikan bencana sebagai arena serangan politik yang tidak relevan dan berpotensi mengaburkan esensi utama, yakni kehadiran negara bagi rakyat terdampak.

“Ini bukan sekadar kritik penanganan bencana. Jika jernih, ini sudah mengarah serangan personal dan bau amis kepentingan atau rivalitas politik," kata Direktur Eksekutif Akar Rumput Strategic (ARSC), Dimas Oky Nugroho dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025. 

Dimas menyoroti derasnya serangan dan kritik terhadap sejumlah aktor pemerintah yang aktor politik di media sosial akhir-akhir ini. Ada kritik bernilai objektif, namun di sisi lain banyak bermuatan politis dan hasil dari mobilisasi atau penggorengan buzzer-buzzer politik.


Kondisi ini akan mengaburkan evaluasi substansial terkait respons dan penanganan bencana oleh negara.

"Ada yang dituding melakukan pencitraan politik, saya pikir memang tidak bisa dihindarkan. Tapi yang harus kita perhatikan fakta di lapangan bahwa masyarakat terdampak sangat butuh bantuan konkret, quick response dan massif dari negara, publik, parpol, atau siapa saja yang dapat membantu mereka," kritiknya. 

Salah satu yang ia contohkan adalah serangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia sepakat menolak aksi-aksi pencitraan lebay para elite politik.

Namun ia mengajak publik untuk lebih fokus memastikan dan mengawasi berjalannya upaya, tata kelola dan skala penyaluran bantuan kepada daerah dan korban bencana.

"Menko Pangan paling sering dituding di medsos akhir-akhir ini, tapi dia justru tercatat sebagai salah satu pejabat pusat pertama yang turun langsung ke titik bencana paling terdampak dan terisolir, di saat jalur transportasi darat terputus. Yang penting bantuan masuk dan sampai," jelasnya.

Menurutnya, ruang publik hari ini terlalu banyak membahas sisi drama politik receh yang sarat mobilisasi dan rivalitas antar elite.

"Kalau kita lihat polanya ini bukan reaksi spontan warganet, ada indikasi mobilisasi akun dan buzzer politik, dan itu sangat mungkin didorong kepentingan politik tertentu," tegasnya.

Di sisi lain, Dimas melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Kepala BNPB Letjen Suharyanto yang sempat menyebut kondisi di lapangan tidak sedarurat seperti di media sosial. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak relevan dan tidak pantas di tengah situasi bencana.

BNPB merupakan institusi krusial dalam penanganan bencana sehingga dituntut responsif, sigap, akurat dalam bertindak, tapi juga aktif terbuka sekaligus berhati-hati dalam berkomunikasi ke publik.

“Pernyataan seperti itu keliru dan berbahaya. Di saat kondisi bencana yang parah dan korban menunggu bantuan, justru muncul narasi yang mengecilkan situasi," pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya