Berita

Ilustrasi Pasar Tradisional di China. (Foto: Alizila)

Dunia

China Tetap Optimistis Kejar Target 5 Persen Meski Ekonomi Melambat Sepanjang 2025

SENIN, 15 DESEMBER 2025 | 17:33 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Perekonomian China menunjukkan tren perlambatan sepanjang 2025. Meski begitu, pemerintah Beijing tetap menyatakan optimistis mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen hingga akhir tahun ini.

Sinyal pelemahan terlihat dari kinerja ekonomi pada November 2025, ketika produksi industri dan penjualan ritel sama-sama mencatat laju terendah dalam lebih dari satu tahun. 

Data Biro Statistik Nasional (NBS) China yang dirilis Senin menunjukkan produksi industri hanya tumbuh 4,8 persen secara tahunan, melambat dari 4,9 persen pada Oktober dan berada di bawah proyeksi pasar sebesar 5 persen. Capaian ini menjadi yang terlemah sejak Agustus 2024, mencerminkan tekanan berlanjut pada sektor manufaktur.


Di sisi konsumsi, penjualan ritel hanya tumbuh 1,3 persen, anjlok dari 2,9 persen pada Oktober dan jauh dari perkiraan pasar sebesar 2,8 persen. Angka tersebut merupakan pertumbuhan terendah sejak Desember 2022, saat China mulai melonggarkan kebijakan nol-Covid. 

Perlambatan konsumsi ini terjadi di tengah memudarnya subsidi tukar tambah, krisis sektor properti yang belum pulih, serta risiko deflasi yang terus membayangi perekonomian terbesar kedua dunia tersebut.

Ekonom Senior Economist Intelligence Unit, Xu Tianchen, menilai ketergantungan China pada ekspor masih menjadi faktor penahan tekanan domestik.

"Ekspor yang kuat membatasi kebutuhan untuk menggenjot permintaan domestik tahun ini, dan subsidi tukar tambah mulai kehilangan daya dorong," ujar Xu Tianchen, dikutip Senin, 15 Desember 2025. 

Target pertumbuhan sekitar 5 persen untuk tahun ini dinilai masih berada dalam jangkauan, sehingga stimulus tambahan belum dianggap mendesak.

Tekanan ekonomi juga terlihat dari sektor properti dan otomotif. Harga rumah baru kembali turun pada November, seiring melemahnya investasi dan penjualan properti. Penjualan mobil secara tahunan tercatat merosot 8,5 persen, penurunan terdalam dalam 10 bulan terakhir, yang meredupkan harapan pemulihan konsumsi menjelang akhir tahun. Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management, Zhang Zhiwei, menilai perlambatan terjadi secara menyeluruh. 

"Perekonomian melambat secara menyeluruh pada November, dan lemahnya penjualan ritel menjadi sorotan utama," katanya.

Di tingkat global, strategi China yang semakin mengandalkan ekspor menghadapi tantangan baru. Dilansir dari AA, sejumlah mitra dagang mulai meningkatkan hambatan impor terhadap produk China, menyusul surplus perdagangan negara tersebut yang mendekati US$1 triliun. 

Meksiko, misalnya, telah menyetujui kenaikan tarif hingga 50 persen terhadap impor dari China mulai tahun depan, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron mengancam akan mengenakan tarif tambahan dan mendesak Beijing memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan global.

Meski demikian, pemerintah China menegaskan keyakinannya terhadap prospek ekonomi nasional. 

Perdana Menteri China Li Qiang menyatakan negaranya tetap optimistis dapat mencapai target pertumbuhan tahun ini meski menghadapi tekanan eksternal dan pelemahan permintaan. Ia juga menilai ekonomi China tetap bergerak maju di tengah tekanan global dan menyerukan perbaikan tata kelola ekonomi dunia serta keterbukaan perdagangan internasional.

Sebagai konteks, Bank Dunia pada Oktober menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk 2025 menjadi 4,8 persen, mendekati target pemerintah sekitar 5 persen. Namun, sejumlah ekonom menilai target tersebut tetap menantang, mengingat lemahnya konsumsi domestik, krisis properti yang berkepanjangan, serta meningkatnya resistensi global terhadap ekspor China.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya